Detik.com News
Detik.com

Selasa, 21/09/2010 10:20 WIB

Insiden di Polonia Medan

TNI AU Pahami Tindakan Densus 88, Anggap Masalah Selesai foto

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - TNI AU menilai persoalan Densus 88 yang menerobos Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan, sudah selesai dengan surat protes yang dikirim Komandan Lanud Medan ke Kapolda Sumatera Utara. TNI AU melihat hal ini hanya dinamika antar personel di lapangan saja.

"Persoalannya sudah selesai, itu hanya dinamika di lapangan saja," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).

TNI AU tidak menilai tindakan yang dilakukan Densus 88 ini sebagai bentuk arogansi. Menurut Bambang, mungkin saat itu para personel Densus terburu-buru dan baru selesai menjalankan tugas.

"Ini sudah clear. Mungkin saat itu situasinya tegang, atau kelelahan," terang Bambang.

Bambang menilai hal ini tidak perlu diperpanjang lagi. TNI AU menyampaikan apresiasi atas berbagai tugas yang berhasil diseleskan Densus.

"Kita apresiasi dengan baik," terang jenderal bintang satu ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Medan mengirim surat protes pada Kapolda Sumut atas tindakan Densus 88 yang tidak prosedural. Pasukan elite ini menerobos Area Delta Bandara Polonia tanpa melalui proses seharusnya dan tidak mengindahkan petugas TNI AU yang bertugas di sana, yang mencoba mengingatkan.

Peristiwa itu terjadi pada 13 September yang lalu saat Tim Densus hendak terbang dari bandara tersebut. Belakangan diketahui Densus berada di Medan untuk menggerebek pelaku terorisme.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rdf/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%