Detik.com News
Detik.com
Jumat, 17/09/2010 17:20 WIB

Kecelakaan Lalulintas 2010 Menurun

Didit Tri Kertapati - detikNews
Jakarta - Kecelakaan lalulintas di tahun 2010 ini menurun dari tahun 2009. Penurunan angka kecelakaan hampir mencapai 50 persen.

"Telah terjadi penurunan angka kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan arus balik lebaran 2010," ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto di kantornya Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2010).

Berikut data perbandingan jumlah kecelakaan 2009-2010 yang dibagikan kepada wartawan:

Jumlah kecelakaan pada tahun 2009, tercatat 1.567. Sedangkan pada 2010 mencapai 1.351. Dari hal itu diketahui penurunan mencapai kurang lebih 14 persen. Untuk korban meninggal dunia pada 2009 sebanyak 675 jiwa. Sedangkan 2010 sebanyak 302 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan lebih dari 50 persen.

Sementara itu korban yang mengalami luka berat pada 2009 tercatat sebanyak 801 orang. Sedangkan 2010 ada 405 orang. Ini menunjukkan turun hampir 50 persen. Sedangkan yang mengalami luka ringan pada 2009 terdapat 1.595 orang dan 2010 ada 826 orang. Angka tersebut mengalami penurunan nyaris 100 persen.

Namun ada peningkatakn kerugian materil pada tahun ini. Untuk tahun 2009, kerugian mencapai Rp 3,7 miliar. Sedangkan 2010 mencapai Rp 5,3 miliar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ddt/gus)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%