Detik.com News
Detik.com
Kamis, 16/09/2010 13:06 WIB

Kerugian Jalan RE Martadinata Ambrol Rp 2,8 Miliar foto

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kerugian Jalan RE Martadinata Ambrol Rp 2,8 Miliar Foto: Taufiq/detikcom
Jakarta - Setiap tahun Jalan RE Martadinata mengalami penurunan tanah sedalam 60 centimeter akibat ketidakstabilan struktur tanah di dasar laut. Ambrolnya 103 jalan tersebut pada subuh tadi ditaksir mencapai Rp 2,8 miliar.

"Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,8 miliar," kata Direktur Wilayah II Bina Marga Winarno, saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010).

Jumlah tersebut dihitung dari luas jalan yang ambrol dikalikan dengan harga pengerjaan setiap meternya.

Winarno menjelaskan, aktivitas pengerukan tanah di dasar laut menyebabkan ketidakstabilan tanah dan berakibat pada penurunan jalan sedalam 60 centimeter tiap tahun.

"Akhirnya berimbas kepada keseimbangan struktur tanah sehingga keseimbangan berubah dan jalan di sini amblas. Ini fenomena alam," katanya.

Jalan yang ambrol tersebut baru saja dibeton setahun lalu. Jalan itu ambrol sekitar pukul 04.00 WIB tadi sepanjang 103 meter ke kedalaman 7 meter. Lalu lintas pun dialihkan ke Sunter.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%