detikcom

Romo Benny: Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Pelaku Kekerasan

Hery Winarno - detikNews
Senin, 13/09/2010 16:16 WIB
Jakarta Peristiwa penyerangan terhadap jemaat HKBP disesalkan. Pemerintah pun diminta segera mengambil tindakan. Jangan sampai para pelaku kekerasan bebas berkeliaran.

"Kekerasan yang terjadi sebagai bentuk lemahnya negara kita. Seharusnya negara tidak boleh kalah oleh yang sering melakukan tindakan kekerasan," kata wakil dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo, dalam jumpa pers di Kementerian Agama (Kemnag), Jl Pejambon, Jakarta, Senin (13/9/2010).

Dia menjelaskan, negara harus menjamin kebebasan umat beragama untuk beribadah, maupun tempat beribadahnya. Tentu presiden harus mengambil tindakan atas peristiwa penyerangan tersebut.

"SBY sebagai presiden harus tegas melihat kasus ini, seperti Presiden AS Barack Obama yang menjamin kebinekaragaman yang ada di Amerika," terangnya.

Masalah agama pun, lanjut Benny, sudah ada SK-nya diperaturan 8 dan 9, bahwa setiap agama yang ada berhak menjalankan ibdah dan mendirikan tempat ibadah.

"Tetapi kenapa mekanisme ini sulit dilakukan bagi kami. Presiden harus tegas tidak boleh mentolerir kekerasan di Indonesia," tutupnya.

Sementara itu menurut Ketua PGI Andreas Yewanggai meminta pihak kepolisian tidak serta merta langsung mengambil kesimpulan bahwa aksi tersebut adalah kriminal murni.

"Kita meminta agar ada investigasi lebih lanjut. Kalau perlu ada tim independen yang mengusut ini sehingga jelas apakah kasus in tergolong kriminal murni atau ada kasus lain. Tapi sebelum ada investigasi lanjut, tidak membuat pernyataan yang menimbulkan polemik karena isu seperti ini sangat mudah menyebar," terang Andreas.
(ndr/ape)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel