Senin, 13/09/2010 12:47 WIB

PT KAI Luncurkan Kereta Api Bertoilet Ramah Lingkungan

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - PT KAI telah meluncurkan kereta api yang dilengkapi fasilitas WC/toilet ramah lingkungan. Kereta Api (KA) Argo Lawu relasi Gambir-Solo adalah kereta api pertama
yang menggunakan fasilitas toilet ramah lingkungan tersebut. Lalu apa yang dimaksud
toilet ramah lingkungan tersebut?

"Kalau selama ini penumpang buang air besar (BAB) di kereta, maka kotorannya akan langsung dibuang di rel. Kalau KA Argo Lawu baru ini, kereta akan dilengkapi penampungan, jadi tidak dibuang di jalan," ujar Humas Daop I Jakarta, Mateta Rijaluhaq kepada wartawan di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2010).

Bak penampungan tersebut nantinya akan dikuras setiap tiga bulan sekali. Dimana di dalam bak akan diisi air dan mikroba yang dapat menghancurkan dan menetralisir kotoran.

"Ini bentuk peningkatan mutu yang kita berikan. Tidak saja pelayanan kepada penumpang tapi juga keramahan terhadap lingkungan," tambahnya.

Meski baru diterapkan di KA Argo Lawu, PT KAI berharap nantinya semua KA akan dilengkapi fasilitas toilet ramah lingkungan tersebut. KA Argo Lawu dengan fasilitas toilet ramah lingkungan tersebut sudah diluncurkan pada Minggu (12/9) pada pukul 21.05 WIB lalu di Stasiun Besar Gambir.

"Rencananya setelah Argo Lawu,kita juga akan terapkan toilet ramah lingkungan tersebut di KA Argo Dwipangga dengan relasi Gambir-Solo," imbuhnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(her/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%