Kisah Mudik, Yanti Mengais Untung Lewat Jasa Tukar Uang
Kamis, 09/09/2010 15:22 WIB
Jakarta
Tradisi mudik ke kampung halaman ternyata juga membawa tradisi baru. Kebiasaan memberikan uang kepada anak-anak, keponakan, sepupu dan lainnya kini seperti hal yang wajib dilakukan.
Tak heran bila Bank Indonesia mengakomodir hal tersebut dengan menyediakan mobil-mobil penukaran uang di beberapa titik di Jakarta. Namun bila anda tidak sempat bertemu dengan mobil BI keliling tersebut jangan khawatir, di terminal dan stasiun di ibukota banyak yang menyediakan jasa penukaran uang dengan uang tersebut.
Seperti halnya di Stasiun Senen, seorang Ibu dengan membawa tas berisi uang siap menukar uang anda dengan pecahan yang lebih kecil.
"Ada yang seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu sama dua puluh ribu," ujar Yanti saat menawarkan uang pecahannya kepada calon pemudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2010).
Namun jasa Yanti tersebut tentu tidak sama dengan yang diberikan BI. Yanti mengutip keuntungan 10 persen dari setiap penukarannya. "Kalau nuker Rp 100 ribu, jadinya Rp 110 ribu. Semua sama, mau seribu atau Rp 20 ribu," terangnya sambil menggegam uang pecahan Rp 1000, 2000 dan 5000 di tangannya.
Yanti mengaku jasa penukaran uang tersebut telah ia lakukan sejak 4 tahun lalu. Meski demikian adanya mobil keliling BI turut menyurutkan pendapatannya.
"Dulu sih dapatnya lumayan, sehari kadang Rp 200 ribu, tapi sekarang paling setengahnya. Banyak mobil yang keliling sich, sudah gitu sering ditawar sama yang mau nuker," terang Yanti yang mengenakan topi merah ini.
Jasa yang dilakukan Yanti memang termasuk unik, karena ia membeli uang dengan uang, rupiah ditukar dengan rupiah. Semua hanya karena keenganan orang untuk menukar ditempat resmi atau tidak ada waktu.
Meskipun usaha ini tidak mengenal kata balik modal, namun bukan berarti Yanti tidak pernah apes. Kerugian pun pernah dialaminya saat pertama menjalankan bisnis musiman ini.
"Dulu pernah ketipu, karena uang yang dituker ternyata ada yang palsu. Dia nuker Rp 250 ribu, tapi Rp 100 ribunya ternyata palsu," kenangnya.
Meski demikian hal tersebut tak membuatnya patah arang, tahun ini dengan modal sekitar 500 ribu, Yanti kembali menjalankan jasa 'Membeli Uang dengan Uang'.
"Tuker receh. Tuker receh," seru Yanti di kerumunan pemudik yang masih membludak di Senen.
(her/ndr)
Tak heran bila Bank Indonesia mengakomodir hal tersebut dengan menyediakan mobil-mobil penukaran uang di beberapa titik di Jakarta. Namun bila anda tidak sempat bertemu dengan mobil BI keliling tersebut jangan khawatir, di terminal dan stasiun di ibukota banyak yang menyediakan jasa penukaran uang dengan uang tersebut.
Seperti halnya di Stasiun Senen, seorang Ibu dengan membawa tas berisi uang siap menukar uang anda dengan pecahan yang lebih kecil.
"Ada yang seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu sama dua puluh ribu," ujar Yanti saat menawarkan uang pecahannya kepada calon pemudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2010).
Namun jasa Yanti tersebut tentu tidak sama dengan yang diberikan BI. Yanti mengutip keuntungan 10 persen dari setiap penukarannya. "Kalau nuker Rp 100 ribu, jadinya Rp 110 ribu. Semua sama, mau seribu atau Rp 20 ribu," terangnya sambil menggegam uang pecahan Rp 1000, 2000 dan 5000 di tangannya.
Yanti mengaku jasa penukaran uang tersebut telah ia lakukan sejak 4 tahun lalu. Meski demikian adanya mobil keliling BI turut menyurutkan pendapatannya.
"Dulu sih dapatnya lumayan, sehari kadang Rp 200 ribu, tapi sekarang paling setengahnya. Banyak mobil yang keliling sich, sudah gitu sering ditawar sama yang mau nuker," terang Yanti yang mengenakan topi merah ini.
Jasa yang dilakukan Yanti memang termasuk unik, karena ia membeli uang dengan uang, rupiah ditukar dengan rupiah. Semua hanya karena keenganan orang untuk menukar ditempat resmi atau tidak ada waktu.
Meskipun usaha ini tidak mengenal kata balik modal, namun bukan berarti Yanti tidak pernah apes. Kerugian pun pernah dialaminya saat pertama menjalankan bisnis musiman ini.
"Dulu pernah ketipu, karena uang yang dituker ternyata ada yang palsu. Dia nuker Rp 250 ribu, tapi Rp 100 ribunya ternyata palsu," kenangnya.
Meski demikian hal tersebut tak membuatnya patah arang, tahun ini dengan modal sekitar 500 ribu, Yanti kembali menjalankan jasa 'Membeli Uang dengan Uang'.
"Tuker receh. Tuker receh," seru Yanti di kerumunan pemudik yang masih membludak di Senen.
(her/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
