Detik.com News
Detik.com
Rabu, 08/09/2010 13:05 WIB

Kendaraan Mengular di Pintu Keluar Tol Cileunyi

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Pemudik yang melewati jalur selatan memadati pintu keluar Tol Cileunyi sejak semalam. Hingga pukul 13.00 WIB, Rabu (8/9/2010), pintu keluar Tol Cileunyi masih sangat padat. Bahkan, antrean terjadi hingga 5 KM.

Wakapolsek Cileunyi AKP Asep yang memantau langsung lalu lintas di pintu keluar Tol Cileunyi mengatakan kepadatan kendaraan bertambah signifikan sejak Selasa (7/8/2010) malam. "Ini akibat pengalihan kendaraan dari Tol Cikopo, yang dialihkan menuju jalur selatan," kata Asep saat dihubungi detikcom.

Hingga saat ini, kendaraan yang melewati pintu keluar Tol Cileunyi masih padat merayap. Padahal, semua pintu tol, berjumlah 8 pintu, sudah dibuka untuk melayani pembayaran tol.

Setelah pintu keluar Tol Cileunyi, lalu lintas kendaraan relatif lebih lancar. Namun, menjelang jalan memutar (U Turn) untuk menuju ke arah Nagrek, lalu lintas kembali tersendat. "Sekarang sepeda motor yang menuju ke arah Nagrek tidak seramai pagi tadi. Tapi mobil tetap masih tetap padat," ujar Asep.

Sementara itu, salah seorang pemudik, Dedep Ihsan, menginformasikan akibat padatnya kendaraan di pintu keluar Tol Cileunyi, antrean kendaraan tak terhindarkan. Menurut Dedep, antrean kendaraan untuk keluar Tol Cileunyi sudah mencapai 5 KM.

Anda ingin berbagi informasi jalur mudik? Silakan klik di sini.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asy/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%