detikcom

Anggota Komisi V Minta Maskapai Tak Lagi Tunggu Pejabat yang Telat

Lia Harahap - detikNews
Rabu, 08/09/2010 12:16 WIB
Jakarta Semua maskapai penerbangan termasuk Garuda, diminta untuk tidak lagi menunda jadwal keberangkatan hanya karena menunggu pejabat negara. Sebagai penyedia layanan jasa, maskapai penerbangan diminta tegas dan konsisten dengan aturan jadwal mereka.

"Saya harap maskapai penerbangan termasuk Garuda bersikap tegas sesuai dengan jadwal. Jangan gara-gara menunggu satu orang penumpang lainnya jadi merasa terganggu," ujar anggota Komisi V (bidang perhubungan) Mohammad Toha, kepada detikcom, Rabu (8/9/2010).

Sebagai maskapai yang sudah punya nama, dia meminta Garuda untuk tetap konsisten pada aturannya. Dengan begitu akan membuat para pejabat tersebut menjadi jera karena tidak mendapatkan perlakuan istimewa.

"Ya kalau telat mau apa lagi, ya tinggal saja. Kecuali mereka memang careter pesawat untuk rombongan," katanya.

Toha mengaku kecewa jika para pejabat yang harusnya menjadi menjadi tauladan malah menunjukkan sikap yang tidak baik dengan mengandalkan kekusaannya. Hal ini semakin memperjelas betapa buruknya watak para pejabat di Indonesia ini.

"Kelihatan sekali pejabat-pejabat sekarang ini tidak pernah berproses dari bawah, sehingga dia nggak merasakan apa yang dirasakan masyarakat akibat ulahnya," imbuh politisi asal Partai PKB ini.

Anggota Komisi V lainnya, Akbar Faisal juga menyayangkan sikap para pejabat yang dengan kekuasaannya meminta maskapai penerbangan untuk menunda keberangkatan karena harus menunggu. Sebab tidak ada alasan yang bisa membenarkan penundaaan tersebut hanya karena posisinya seorang pejabat.

"Saya minta maskapai penerbangan tidak melakukan itu karena, sebab nggak ada alasan untuk menunggu mereka. Jangan sampai maskapai mengorbankan penumpang yang lain," kata Akbar.

Sikap Garuda yang memilih menunggu tersebut semakin menunjukkan bahwa perusahaan negara seelit ini ternyata masih dikelola dengan amburadul. "Inikan bicara profesionalisme, semua orangkan bayar tiket kenapa ada perlakuan yang berbeda," imbuhnya.

Kalau ingin berangkat seseuka hati dia menyarankan para pejabat tersebut membeli pesawat sendiri saja. "Kalau mau ditunggu-tunggu ya beli pesawat pribadi dong," ucap politisi Partai Hanura dengan nada sedikit kesal.

(lia/ndr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel