Rabu, 08/09/2010 07:48 WIB

Tol Arah Cikampek Ditutup, Tol Cipularang Macet

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Karena kepadatan yang tidak terkendali, arus mudik ke Cikampek ditutup dan dialihkan ke Sadang. Akibatnya, Tol Cipularang arah Bandung ikut terkena imbas macet.

"Pintu keluar Tol Jakarta arah Cikampek ditutup, dialihkan ke Tol Cipularang. Akibatnya Tol Cipularang Macet," ujar salah seorang pemudik, Nova, melalui layanan info anda detikcom, Rabu (8/9/2010), pukul 07.30 WIB.

Pihak Jasa Marga membenarkan adanya pengalihan arus tersebut menjadi penyebab kemacetan di Tol Cipularang. Pengalihan arus diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Cikampek, sebab arus mudik ke Jawa Tengah harus berputar melalui pintu tol selain ke arah Cikampek.

"Yang membuat macet karena arus ke Cikampek yang penuh sesak. Oleh karenanya dibuang ke Sadang termasuk ke Cipularang, sekarang arus di Cipularang ramai," trang petugas jaga info tol Jasa Marga, Dimas, saat dihubungi detikcom.

Sementara ini pemudik tujuan Jawa Tengah yang sudah masuk ke tol Cipularang harus mencari jalan keluar di Cileunyi.

"Nanti keluar di Cileunyi terus lanjut ke Jateng," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/fiq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%