Gara-gara Pesawat 30 Menit Tunggu Menteri, Budiman Telat Beri Kuliah Umum
Rabu, 08/09/2010 06:20 WIB
Foto: Hany (Detikcom)
Jakarta
Anggota DPR Budiman Sudjatmiko juga pernah mengalami apes, saat jam keberangkatan pesawat yang ia tumpangi ditunda, lantaran harus menunggu seorang menteri. Tidak tanggung-tanggung, pesawat itu harus menunggu pak menteri selama 30 menit.
Saat itu, 30 Agustus 2010, Budiman menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 604 rute Jakarta-Makassar, yang dijadwalkan berangkat pukul 07.10. Namun, karena harus menunggu menteri dan rombongan, pesawat baru tinggal landas pukul 07.40.
"Begitu menteri dan rombongan duduk di kelas bisnis, pesawat berangkat," kisah Budiman yang duduk di kelas ekonomi, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/9/2010).
"Karena keterlambatan itu, saya juga jadi terlambat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin," imbuh politikus muda PDI Perjuangan ini.
Budiman menuturkan, padahal untuk mengejar keberangkatan pesawat pagi itu, ia harus berangkat dari rumahnya di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, sejak pukul 04.30.
"Karena biasanya pagi sudah macet di Tol Cengkareng," katanya.
Dengan berangkat sebelum subuh, Budiman sudah memprediksi ia akan sampai Bandara Soekarno-Hatta pukul 05.30, check-in 15 menit, dan tinggal menunggu di ruang boarding pada pukul 06.40.
"Nah, pas sudah masuk, pesawat kok nggak berangkat-berangkat. Terus ada pengumuman bahwa pesawat menunggu penumpang VIP," cerita Budiman yang belakangan mengetahui tamu VIP itu adalah seorang menteri.
Usai kejadian yang dialami Budiman itu, ternyata masih ada rentetan kejadian serupa yang dilakukan anggota DPR Edhi Baskoro Yudhoyono dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pada 4 dan 5 September lalu . Namun, atas hal itu, keduanya sudah membantah informasi yang diperoleh dari penumpang dan pihak pesawat tersebut. Untuk ke depan, Budiman berharap siapa pun pejabat publik sebaiknya berdisiplin sebagai konsumen jasa transportasi. Sehingga jangan sampai ketidakdisiplinan segelintir penumpang malah mengganggu kenyamanan para penumpang lain. "Pejabat publik sebagai pelayan, sebaiknya tidak menyusahkan publik," kata Budiman membayangkan banyaknya penumpang senasib yang berangkat lebih pagi, agar bisa mengejar pesawat yang diharapkan tak telat itu. Apakah Anda juga pernah senasib dengan Budiman gara-gara menunggu VIP? Ceritakan pada redaksi@detik.com. (lrn/fiq)
Saat itu, 30 Agustus 2010, Budiman menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 604 rute Jakarta-Makassar, yang dijadwalkan berangkat pukul 07.10. Namun, karena harus menunggu menteri dan rombongan, pesawat baru tinggal landas pukul 07.40.
"Begitu menteri dan rombongan duduk di kelas bisnis, pesawat berangkat," kisah Budiman yang duduk di kelas ekonomi, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/9/2010).
"Karena keterlambatan itu, saya juga jadi terlambat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin," imbuh politikus muda PDI Perjuangan ini.
Budiman menuturkan, padahal untuk mengejar keberangkatan pesawat pagi itu, ia harus berangkat dari rumahnya di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, sejak pukul 04.30.
"Karena biasanya pagi sudah macet di Tol Cengkareng," katanya.
Dengan berangkat sebelum subuh, Budiman sudah memprediksi ia akan sampai Bandara Soekarno-Hatta pukul 05.30, check-in 15 menit, dan tinggal menunggu di ruang boarding pada pukul 06.40.
"Nah, pas sudah masuk, pesawat kok nggak berangkat-berangkat. Terus ada pengumuman bahwa pesawat menunggu penumpang VIP," cerita Budiman yang belakangan mengetahui tamu VIP itu adalah seorang menteri.
Usai kejadian yang dialami Budiman itu, ternyata masih ada rentetan kejadian serupa yang dilakukan anggota DPR Edhi Baskoro Yudhoyono dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pada 4 dan 5 September lalu . Namun, atas hal itu, keduanya sudah membantah informasi yang diperoleh dari penumpang dan pihak pesawat tersebut. Untuk ke depan, Budiman berharap siapa pun pejabat publik sebaiknya berdisiplin sebagai konsumen jasa transportasi. Sehingga jangan sampai ketidakdisiplinan segelintir penumpang malah mengganggu kenyamanan para penumpang lain. "Pejabat publik sebagai pelayan, sebaiknya tidak menyusahkan publik," kata Budiman membayangkan banyaknya penumpang senasib yang berangkat lebih pagi, agar bisa mengejar pesawat yang diharapkan tak telat itu. Apakah Anda juga pernah senasib dengan Budiman gara-gara menunggu VIP? Ceritakan pada redaksi@detik.com. (lrn/fiq)
Baca Juga
- Wakil Ketua DPR Bantah Minta Pesawat Balik
- Gagal Naik GA 239, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Oper Pesawat
- Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Minta Pesawat Balik, Tapi Ditolak
- Garuda Ngaret 3 Menit Akibat Ulah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan
- Pesawat Garuda Tertabrak Truk Cargo di Bandara Schiphol Amsterdam
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
