SBY Curhat, Kritik Ibarat Obat
Rabu, 08/09/2010 00:33 WIB
Foto: Hany (Detikcom)
Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono curhat atas banyaknya kritikan yang ditujukan kepadanya. Kritikan yang baik, menurut SBY bisa menjadi obat, asalkan dilakukan secara proporsional dan obyektif.
"Kritik itu proporsional dan tepat laksana obat terutama kritik padangan komentar yang obyektif. Selebihnya saya serahkan ke Allah," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Majelis Dzikir SBY Nurussalam di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Selasa (7/9/2010).
"Semoga bangsa kita diberikan kesadaran bahwa menjalankan pemerintahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan," kata SBY.
Dalam kesempatan ini, SBY menceritakan, saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin kemarin, SBY mendapatkan 'hiburan' dari salah satu pengungsi.
"Ada anak muda bilang kepada saya, Pak SBY yang tegar dan tabah. Padahal anak muda yang sedang pengungsian," ungkap SBY.
Meski mengaku sabar menghadapi banyak kritikan, namun SBY mencibir para pengkritiknya. Menurutnya, Pemilu 2009 baru saja selesai. Namun hawa persaingan tak sehat sudah muncul sekarang.
"Pemilu 2009 baru saja selesai, Pemilu 2014 masih jauh mengapa politik kita teraduk-aduk begini," kritik SBY.
(anw/van)
"Kritik itu proporsional dan tepat laksana obat terutama kritik padangan komentar yang obyektif. Selebihnya saya serahkan ke Allah," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Majelis Dzikir SBY Nurussalam di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Selasa (7/9/2010).
"Semoga bangsa kita diberikan kesadaran bahwa menjalankan pemerintahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan," kata SBY.
Dalam kesempatan ini, SBY menceritakan, saat mengunjungi pengungsi letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin kemarin, SBY mendapatkan 'hiburan' dari salah satu pengungsi.
"Ada anak muda bilang kepada saya, Pak SBY yang tegar dan tabah. Padahal anak muda yang sedang pengungsian," ungkap SBY.
Meski mengaku sabar menghadapi banyak kritikan, namun SBY mencibir para pengkritiknya. Menurutnya, Pemilu 2009 baru saja selesai. Namun hawa persaingan tak sehat sudah muncul sekarang.
"Pemilu 2009 baru saja selesai, Pemilu 2014 masih jauh mengapa politik kita teraduk-aduk begini," kritik SBY.
(anw/van)
Baca Juga
- Politisi Demokrat: Kritik Kolonel Adjie pada SBY Berbahaya
- Pejabat Bukan Hanya Minta Tunda Terbang, Tapi Juga Minta Pesawat Turun
- Ternyata, Senjata Pengawal Ibas Disimpan di Bagasi Garuda
- Selama Tidak Menghina, Kritik Anggota TNI Terhadap Atasan Sah
- Tidak Etis Pesawat Tunda Berangkat karena Tunggu Pejabat
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
