KPK Kembalikan 80 Persen Gratifikasi ke Pejabat
Selasa, 07/09/2010 21:25 WIB
Foto: Elvan Dany/detikcom
Jakarta
Direktorat Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sampai 31 Agustus
2010 menerima 203 laporan gratifikasi dari sejumlah pejabat negara dari berbagai instansi. Dari total gratifikasi dalam bentuk rupiah yang diterima KPK, sekitar 80 persen dikembalikan sebagai milik penerima.
"Pelaporan gratifikasi menurun berkaitan dengan Hari Raya (Idul Fitri). Tapi kami belum tahu apakah sudah paham soal gratifikasi atau belum tinggi kesadarannya," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Johan mengatakan data yang diperoleh KPK sebesar Rp 10,6 miliar. Dengan rincian Rp 8,9 miliar dikembalikan sebagai milik penerima dan hanya Rp1,7 miliar diidentifikasi sebagai milik negara.
"Jumlah itu belum termasuk gratifikasi berupa barang dan mata uang asing yang juga telah dilaporkan dan ditelaah Direktorat Gratifikasi," jelas Johan.
Data Direktorat Gratifkasi KPK menyebutkan, gratifikasi yang diterima dalam bentuk barang dan dikategorikan sebagai milik negara hanya sekitar Rp 43,9 juta dan dikembalikan kepada penerima (pelapor) mencapai Rp838,6 juta. Sedangkan gratifikasi dalam bentuk mata uang asing tidak ada yang diklaim sebagai milik negara dan keseluruhannya dikembalikan kepada penerima, yaitu
USD 34.065, SGD 468, AUD 100, JPY 200.000, EUR 510, RM 250, GBP 210, dan VND 10.000.
"Kami mengimbau para penyelenggara negara apabila menerima gratifikasi segera dilaporkan. Apalagi saat ini KPK sedang mengembangkan program PPG (Program Penanganan gratifikasi) bekerja sama dengan instansi atau BUMN." kata Johan.
Sementara itu Direktur Gratifikasi KPK Muhammad Sigit menyatakan, banyak pejabat negara yang masih enggan melaporkan gratifikasi yang mereka terima.
"Banyak yang masih abai melaporkan gratifikasi yang diterima penyelenggara
negara," tutur Sigit.
(mpr/van)
2010 menerima 203 laporan gratifikasi dari sejumlah pejabat negara dari berbagai instansi. Dari total gratifikasi dalam bentuk rupiah yang diterima KPK, sekitar 80 persen dikembalikan sebagai milik penerima.
"Pelaporan gratifikasi menurun berkaitan dengan Hari Raya (Idul Fitri). Tapi kami belum tahu apakah sudah paham soal gratifikasi atau belum tinggi kesadarannya," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Johan mengatakan data yang diperoleh KPK sebesar Rp 10,6 miliar. Dengan rincian Rp 8,9 miliar dikembalikan sebagai milik penerima dan hanya Rp1,7 miliar diidentifikasi sebagai milik negara.
"Jumlah itu belum termasuk gratifikasi berupa barang dan mata uang asing yang juga telah dilaporkan dan ditelaah Direktorat Gratifikasi," jelas Johan.
Data Direktorat Gratifkasi KPK menyebutkan, gratifikasi yang diterima dalam bentuk barang dan dikategorikan sebagai milik negara hanya sekitar Rp 43,9 juta dan dikembalikan kepada penerima (pelapor) mencapai Rp838,6 juta. Sedangkan gratifikasi dalam bentuk mata uang asing tidak ada yang diklaim sebagai milik negara dan keseluruhannya dikembalikan kepada penerima, yaitu
USD 34.065, SGD 468, AUD 100, JPY 200.000, EUR 510, RM 250, GBP 210, dan VND 10.000.
"Kami mengimbau para penyelenggara negara apabila menerima gratifikasi segera dilaporkan. Apalagi saat ini KPK sedang mengembangkan program PPG (Program Penanganan gratifikasi) bekerja sama dengan instansi atau BUMN." kata Johan.
Sementara itu Direktur Gratifikasi KPK Muhammad Sigit menyatakan, banyak pejabat negara yang masih enggan melaporkan gratifikasi yang mereka terima.
"Banyak yang masih abai melaporkan gratifikasi yang diterima penyelenggara
negara," tutur Sigit.
(mpr/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
