Politisi Demokrat: Kritik Kolonel Adjie pada SBY Berbahaya
Selasa, 07/09/2010 18:00 WIB
Jakarta
Kritik yang dilakukan Kolonel (Pnb) Adjie Suraji yang dimuat di opini Kompas (6/9) dinilai tidak pantas dilakukan. Tindakannya justru dianggap berbahaya bagi supremasi sipil.
"Yang paling penting, Kolonel Adjie membahayakan supremasi sipil yang menjadi jantung demokrasi. Ini tidak bisa dibenarkan," kata Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik di Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Dia menjelaskan, salah satu capaian reformasi adalah memastikan bahwa militer tidak berpolitik, tetapi menjadi militer profesional. Kendati secara rinci tidak diatur dalam UU TNI atau Pertahanan, namun sama jelasnya, militer tidak diperbolehkan memiliki opini politik.
"Militer tidak diperkenankan memiliki opini politik, apalagi mengkritik panglima tertinggi (SBY)," tambahnya.
Dia menilai, Kolonel Adjie itu menyalahi pakem demokrasi, dan kritiknya bisa menciptakan suatu gangguan terhadap praktik berdemokrasi yang selama ini berlangsung di Indonesia.
"Dalam kerangka demokrasi harus dijaga, militer jangan mendapat peluang kembali berpolitik," imbuhnya.
Apakah sanksi harus diberikan pada Kolonel Adjie? "Sanksi lebih baik dilakukan berupa teguran oleh otoritas militer saja. Dalam pembelajaran demokrasi, itu yang penting," tutupnya.
(ndr/fay)
"Yang paling penting, Kolonel Adjie membahayakan supremasi sipil yang menjadi jantung demokrasi. Ini tidak bisa dibenarkan," kata Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik di Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Dia menjelaskan, salah satu capaian reformasi adalah memastikan bahwa militer tidak berpolitik, tetapi menjadi militer profesional. Kendati secara rinci tidak diatur dalam UU TNI atau Pertahanan, namun sama jelasnya, militer tidak diperbolehkan memiliki opini politik.
"Militer tidak diperkenankan memiliki opini politik, apalagi mengkritik panglima tertinggi (SBY)," tambahnya.
Dia menilai, Kolonel Adjie itu menyalahi pakem demokrasi, dan kritiknya bisa menciptakan suatu gangguan terhadap praktik berdemokrasi yang selama ini berlangsung di Indonesia.
"Dalam kerangka demokrasi harus dijaga, militer jangan mendapat peluang kembali berpolitik," imbuhnya.
Apakah sanksi harus diberikan pada Kolonel Adjie? "Sanksi lebih baik dilakukan berupa teguran oleh otoritas militer saja. Dalam pembelajaran demokrasi, itu yang penting," tutupnya.
(ndr/fay)
Baca Juga
- Pejabat Bukan Hanya Minta Tunda Terbang, Tapi Juga Minta Pesawat Turun
- Ternyata, Senjata Pengawal Ibas Disimpan di Bagasi Garuda
- Selama Tidak Menghina, Kritik Anggota TNI Terhadap Atasan Sah
- Tidak Etis Pesawat Tunda Berangkat karena Tunggu Pejabat
- Garuda Telat 20 Menit
Politisi PD: Kritiknya pada Garuda, Bukan ke Ibas
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
