Kompolnas Nilai Rusuh Buol Akibat Fungsi Irwasda Tak Jalan
Selasa, 07/09/2010 17:52 WIB
Jakarta
Polisi dianggap gegabah menangani kasus kerusuhan Buol, Sulawesi Tengah. Kompolnas menilai kasus Buol tidak akan berdampak besar jika fungsi Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) berjalan.
"Tidak efektif lah untuk menjawab keluhan masyarakat," kata anggota Kompolnas Adnan Pandu Praja saat ditemui di kantornya, Jl Tirtayasa, Jaksel, Selasa (7/9/2010).
Menurut Pandu, selama Irwasda tidak berjalan, masyarakat cenderung tidak akan percaya dengan polisi. Masalah menjadi besar, saat kepercayaan masyarakat menjadi buntu dan berujung pada aksi anarkis.
"Ini tidak direformasi masyarakat tidak diklarifikasi proses persidangan. Ini cerminannya ada kasus Buol ini," jelasnya.
Pandu menjelaskan, selama fungsi pengawasan daerah berjalan efektif, masyarakat tetap akan terkendali. "Tidak ada jaminan kasus ini tidak terulang kembali," tandasnya.
Sementara, terkait hal ini, Mabes Polri enggan menanggapi penilaian Kompolnas. Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Semua pendapat dan masukan itu kita hargai, namun demikian tim ini belum selesai bekerja, apa yang sesungguhnya terjadi, kelemahan ada di mana itu belum sampai pada kesimpulan," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana.
(ape/mok)
"Tidak efektif lah untuk menjawab keluhan masyarakat," kata anggota Kompolnas Adnan Pandu Praja saat ditemui di kantornya, Jl Tirtayasa, Jaksel, Selasa (7/9/2010).
Menurut Pandu, selama Irwasda tidak berjalan, masyarakat cenderung tidak akan percaya dengan polisi. Masalah menjadi besar, saat kepercayaan masyarakat menjadi buntu dan berujung pada aksi anarkis.
"Ini tidak direformasi masyarakat tidak diklarifikasi proses persidangan. Ini cerminannya ada kasus Buol ini," jelasnya.
Pandu menjelaskan, selama fungsi pengawasan daerah berjalan efektif, masyarakat tetap akan terkendali. "Tidak ada jaminan kasus ini tidak terulang kembali," tandasnya.
Sementara, terkait hal ini, Mabes Polri enggan menanggapi penilaian Kompolnas. Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Semua pendapat dan masukan itu kita hargai, namun demikian tim ini belum selesai bekerja, apa yang sesungguhnya terjadi, kelemahan ada di mana itu belum sampai pada kesimpulan," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana.
(ape/mok)
Baca Juga
- Polisi: Kerugian Materiil Rusuh Buol Capai Rp 1,8 M
- Rusuh Buol
Diduga Menembak Warga, Briptu AM Terancam Jadi Tersangka - Komnas HAM: Polisi Melakukan Pelanggaran HAM Serius dalam Kasus Buol
- 3 Anggota Polsek Biau Ditetapkan Sebagai Tersangka Rusuh Buol
- Rusuh di Buol, Sulteng
Kontras Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
