Kejagung Tolak Calon Pengganti Jaksa Agung dari Luar
Selasa, 07/09/2010 17:39 WIB
Jakarta
Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak calon pengganti Jaksa Agung dari pihak luar Kejaksaan. Kejagung bahkan memprotes pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang menyetujui salah satu dari calon Ketua KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto, sebagai salah satu kandidat Jaksa Agung.
"Itu bukan untuk kita, itu untuk KPK. Pak Mahfud ngomong itu, itu salah. Tidak bisa dikait-kaitkan dengan Kejaksaan. Karena kosong di Kejaksaan, ini dimasukkan ke Kejaksaan, itu tidak bisa. Ini kan institusi bukan komisi. Seharusnya ngomong itu bukan untuk Kejaksaan, tapi untuk KPK," tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir Harahap.
Hal itu disampaikan Babul kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2010).
Babul menyatakan, Kejaksaan Agung adalah suatu lembaga negara dan berbeda dengan KPK yang merupakan komisi independen. Dengan demikian, calon pemimpinnya memang sebaiknya berasal dari internal Kejaksaan yang jelas-jelas memahami tugas seorang Jaksa Agung dan jelas telah memiliki integritas moral yang baik, profesional, serta telah memenuhi kriteria sesuai UU yang berlaku.
"Ini kan mulai dari awal pendidikan jaksa apa, pendidikan terus. Bagaimana dengan yang tidak pernah ikut pendidikan? Kita saja yang pendidikan terus masih kurang ilmunya. Bagaimana yang tidak pernah?" ujar Babul.
"Kalau tugasnya pengacara tapi tidak ke sini bagaimna bisa mengerjakan tugasnya," imbuhnya.
Babul berseloroh, daripada menyetujui Busyro dan Bambang sebagai kandidat Jaksa Agung yang baru, lebih baik memilih jaksa Sutan Bagin Fachmi yang juga pernah menjadi salah satu kandidat Ketua KPK.
"Kenapa enggak, Fachmi saja yang ditunjuk sama Pak Mahfud? Kalau ke sini lebih jago Fachmi," selorohnya.
Terkait mekanisme pemilihan Jaksa Agung, Babul menuturkan, sebetulnya Kejaksaan tidak memiliki mekanisme tersebut.
"Itu hak prerogatif presiden, semua dari presiden yang menilai. Tim yang memilih nanti di sana. Dan yang mengangkat dan memberhentikan Jaksa Agung adalah presiden," terangnya.
Lantas untuk kandidat Jaksa Agung yang layak menurut Kejaksaan siapa pak?
"Ada Wakil Jaksa Agung, ada para JAM," jawab mantan Wakajati Sumatera Utara ini dengan mantap.
(nvc/mok)
"Itu bukan untuk kita, itu untuk KPK. Pak Mahfud ngomong itu, itu salah. Tidak bisa dikait-kaitkan dengan Kejaksaan. Karena kosong di Kejaksaan, ini dimasukkan ke Kejaksaan, itu tidak bisa. Ini kan institusi bukan komisi. Seharusnya ngomong itu bukan untuk Kejaksaan, tapi untuk KPK," tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir Harahap.
Hal itu disampaikan Babul kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2010).
Babul menyatakan, Kejaksaan Agung adalah suatu lembaga negara dan berbeda dengan KPK yang merupakan komisi independen. Dengan demikian, calon pemimpinnya memang sebaiknya berasal dari internal Kejaksaan yang jelas-jelas memahami tugas seorang Jaksa Agung dan jelas telah memiliki integritas moral yang baik, profesional, serta telah memenuhi kriteria sesuai UU yang berlaku.
"Ini kan mulai dari awal pendidikan jaksa apa, pendidikan terus. Bagaimana dengan yang tidak pernah ikut pendidikan? Kita saja yang pendidikan terus masih kurang ilmunya. Bagaimana yang tidak pernah?" ujar Babul.
"Kalau tugasnya pengacara tapi tidak ke sini bagaimna bisa mengerjakan tugasnya," imbuhnya.
Babul berseloroh, daripada menyetujui Busyro dan Bambang sebagai kandidat Jaksa Agung yang baru, lebih baik memilih jaksa Sutan Bagin Fachmi yang juga pernah menjadi salah satu kandidat Ketua KPK.
"Kenapa enggak, Fachmi saja yang ditunjuk sama Pak Mahfud? Kalau ke sini lebih jago Fachmi," selorohnya.
Terkait mekanisme pemilihan Jaksa Agung, Babul menuturkan, sebetulnya Kejaksaan tidak memiliki mekanisme tersebut.
"Itu hak prerogatif presiden, semua dari presiden yang menilai. Tim yang memilih nanti di sana. Dan yang mengangkat dan memberhentikan Jaksa Agung adalah presiden," terangnya.
Lantas untuk kandidat Jaksa Agung yang layak menurut Kejaksaan siapa pak?
"Ada Wakil Jaksa Agung, ada para JAM," jawab mantan Wakajati Sumatera Utara ini dengan mantap.
(nvc/mok)
Baca Juga
- Yusril Pertanyakan Rencana Presiden Ganti Jaksa Agung
- Komisi III Akan Panggil Jaksa Agung Terkait Kasus Korupsi yang Mengendap
- Denny Indrayana: Jaksa Agung Bukan Anggota Kabinet
- Sidang Gugatan Jaksa Agung
Adnan Buyung dan Denny Indrayana Jadi Ahli Sidang Yusril di MK - Menkum HAM: Jaksa Agung Hendarman Supandji Legal
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
