Selama Tidak Menghina, Kritik Anggota TNI Terhadap Atasan Sah
Selasa, 07/09/2010 15:58 WIB
Jakarta
Anggota TNI AU, Kolonel Adjie Suradji terancam kena sanksi karena mengkritik Presiden SBY melalui tulisannya di kolom Opini Kompas. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai sikap TNI AU terlalu reaktif.
"Selama tidak menghina sah-sah saja," kata Koordinator Kontras Haris Azhar saat di temui di kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jaksel, Selasa (7/9/2010).
Haris menjelaskan, ada dua pendekatan untuk melihat kasus Adjie. Dilihat dari sudut hak asasi manusi, Adjie tetap memiliki hak untuk freedom of speech (kebebasan berbicara) dan apa yang dilakukan sudah sesuai etika dan jalur. Sementara, dari sudut organisatoris, kritik terhadap atasan diberi ruang dengan mekanisme internal.
"Namun apa yang disampaikan Adjie kan di ruang publik dan bersifat argumentatif, cerdas, tidak ada yang salah saya rasa," jelasnya.
Haris mengatakan, SBY bisa menghukum Adjie apabila ada pelanggaran hukum. "Jika sifatnya (opini) fitnah sah saja (dihukum). Berbeda jika kebijakan khusus soal TNI AU, dia tidak sepakat terus ngomong di luar. Itu ada mekanisme internalnya," tandasnya.
Haris meminta agar TNI tidak perlu reaktif melihat kasus Adjie. Kritik harus dilihat secara arif sebagai proses demokratisasi.
"Memang harus ada pembatasan lebih lanjut soal hak militer dan sipil," pungkasnya.
(ape/mok)
"Selama tidak menghina sah-sah saja," kata Koordinator Kontras Haris Azhar saat di temui di kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jaksel, Selasa (7/9/2010).
Haris menjelaskan, ada dua pendekatan untuk melihat kasus Adjie. Dilihat dari sudut hak asasi manusi, Adjie tetap memiliki hak untuk freedom of speech (kebebasan berbicara) dan apa yang dilakukan sudah sesuai etika dan jalur. Sementara, dari sudut organisatoris, kritik terhadap atasan diberi ruang dengan mekanisme internal.
"Namun apa yang disampaikan Adjie kan di ruang publik dan bersifat argumentatif, cerdas, tidak ada yang salah saya rasa," jelasnya.
Haris mengatakan, SBY bisa menghukum Adjie apabila ada pelanggaran hukum. "Jika sifatnya (opini) fitnah sah saja (dihukum). Berbeda jika kebijakan khusus soal TNI AU, dia tidak sepakat terus ngomong di luar. Itu ada mekanisme internalnya," tandasnya.
Haris meminta agar TNI tidak perlu reaktif melihat kasus Adjie. Kritik harus dilihat secara arif sebagai proses demokratisasi.
"Memang harus ada pembatasan lebih lanjut soal hak militer dan sipil," pungkasnya.
(ape/mok)
Baca Juga
- Tidak Etis Pesawat Tunda Berangkat karena Tunggu Pejabat
- Garuda Telat 20 Menit
Politisi PD: Kritisnya pada Garuda, Bukan ke Ibas - Kontras: Kritik Kolonel Adjie di Opini Kompas Cerdas dan Argumentatif
- Staf Ahli: Tidak Dapat Privilege, Ibas Pernah Ditinggal Pesawat
- Staf Ahli: Ibas Hanya Terlambat 10 Menit Naik Pesawat Garuda
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
