Pria Malaysia Diadili Atas Dakwaan Eksploitasi 63 Wanita Indonesia
Selasa, 07/09/2010 14:25 WIB
Jakarta
Pengadilan Malaysia mulai mengadili seorang pria Malaysia atas dakwaan mengeksploitasi 63 wanita Indonesia. Para WNI tersebut mengklaim mereka ditipu dan dipaksa bekerja sebagai pembersih rumah dengan gaji rendah atau bahkan tanpa dibayar.
Lee In Chiew telah dikenai beberapa dakwaan perdagangan manusia di pengadilan distrik di negara bagian Perlis.
Demikian disampaikan pengacara pria berumur 49 tahun itu, K. Kumarathiraviam seperti dilansir Bernama, Selasa (7/9/2010). Jika terbukti bersalah, Lee terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun.
Dikatakan Kumarathiraviam, dirinya yakin ini merupakan kasus dugaan perdagangan manusia terbesar yang sampai ke pengadilan Malaysia sejauh ini. Sidang pengadilan berikutnya akan digelar pada 13 Oktober mendatang.
Otoritas Malaysia menyelamatkan 63 wanita Indonesia itu dari rumah Lee pada Juli lalu setelah tiga orang berhasil kabur dan meminta bantuan. Selain mereka, ada pula delapan wanita Indonesia lainnya yang telah kembali ke Indonesia.
Para wanita itu awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan bayaran 500 ringgit per bulan. Namun ternyata mereka dipaksa bekerja sebagai pembersih di berbagai rumah, yang kebanyakan tanpa dibayar selama setidaknya dua tahun.
(ita/nrl)
Lee In Chiew telah dikenai beberapa dakwaan perdagangan manusia di pengadilan distrik di negara bagian Perlis.
Demikian disampaikan pengacara pria berumur 49 tahun itu, K. Kumarathiraviam seperti dilansir Bernama, Selasa (7/9/2010). Jika terbukti bersalah, Lee terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun.
Dikatakan Kumarathiraviam, dirinya yakin ini merupakan kasus dugaan perdagangan manusia terbesar yang sampai ke pengadilan Malaysia sejauh ini. Sidang pengadilan berikutnya akan digelar pada 13 Oktober mendatang.
Otoritas Malaysia menyelamatkan 63 wanita Indonesia itu dari rumah Lee pada Juli lalu setelah tiga orang berhasil kabur dan meminta bantuan. Selain mereka, ada pula delapan wanita Indonesia lainnya yang telah kembali ke Indonesia.
Para wanita itu awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dengan bayaran 500 ringgit per bulan. Namun ternyata mereka dipaksa bekerja sebagai pembersih di berbagai rumah, yang kebanyakan tanpa dibayar selama setidaknya dua tahun.
(ita/nrl)
Baca Juga
- Perundingan Kinabalu
Malaysia Sakit Hati Atas Aksi Pelemparan Tinja - Perundingan Kinabalu
Malaysia Tidak Merasa Salah Soal Penangkapan 3 Petugas KKP - Pertemuan Malaysia-RI di Kinabalu Seperti Pemenang & Pecundang
- KKP: Malaysia Tak Boleh Asal Main Tangkap Nelayan Indonesia
- Kemlu Akan Dampingi 5 Nelayan yang Ditangkap Malaysia
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
