Daripada Disuruh Pindah ke Bus, Pemudik Motor Pilih Ditilang
Selasa, 07/09/2010 11:43 WIB
Jakarta
Niat baik Ditlantas Polda Metro Jaya yang menyediakan 4 bus untuk mengangkut penumpang bermotor dengan kapasitas berlebih kurang disambut positif pemudik. Pemudik mengaku memilih ditilang daripada harus berpisah dengan suaminya.
"Silakan saja ditilang. Kalau saya naik bus, anak saya nanti menangis, mencari bapaknya," kata Nani Rohani (32), warga Slipi, Jakarta Barat, yang hendak pulang ke Cirebon, kepada detikcom di check point Jalan Raya Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/9/2010).
Di check point ini setiap harinya tersedia 4 bus yang siap mengangkut pemudik ke Solo dan Cirebon. Bus disediakan bagi pemudik bermotor yang kelebihan beban sehingga membahayakan.
Nani yang bersuamikan Iip Syaifudin, mengaku memilih berkendara sepeda motor meski beban menumpuk. Satu anak di depan, satu anak diapit dan kardus ditaruh di belakang motor dengan bantuan bambu untuk menopang barang. "Daripada naik bus tapi sepanjang jalan anak saya nangis, mending naik motor saja," pilih Nani.
Hal serupa dinyatakan Munawaroh (39), yang menolak secara tegas layanan tersebut. Padahal dirinya masih menggendong anak berumur 1 tahun. "Saya jauh ke Tegal, sementara bus cuma sampai ke Cirebon," ceritanya.
Hingga siang ini, ratusan kendaraan bermotor beriring-iringaan memadati jalur mudik Bekasi - Cikarang. Tampak di antara mereka masih tetap membawa balita dan anak kecil. Bahkan ada yang hingga 4 orang, satu di depan dan satu diapit bapak-ibunya.
Kini gerimis mulai turun mengguyur sepanjang jalur Bekasi sehingga pemudik diharap lebih waspada. "Ya bagaimana lagi, naik motor lebih murah dan tidak berdesak-desakan," aku Munawaroh.
(asp/nrl)
"Silakan saja ditilang. Kalau saya naik bus, anak saya nanti menangis, mencari bapaknya," kata Nani Rohani (32), warga Slipi, Jakarta Barat, yang hendak pulang ke Cirebon, kepada detikcom di check point Jalan Raya Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/9/2010).
Di check point ini setiap harinya tersedia 4 bus yang siap mengangkut pemudik ke Solo dan Cirebon. Bus disediakan bagi pemudik bermotor yang kelebihan beban sehingga membahayakan.
Nani yang bersuamikan Iip Syaifudin, mengaku memilih berkendara sepeda motor meski beban menumpuk. Satu anak di depan, satu anak diapit dan kardus ditaruh di belakang motor dengan bantuan bambu untuk menopang barang. "Daripada naik bus tapi sepanjang jalan anak saya nangis, mending naik motor saja," pilih Nani.
Hal serupa dinyatakan Munawaroh (39), yang menolak secara tegas layanan tersebut. Padahal dirinya masih menggendong anak berumur 1 tahun. "Saya jauh ke Tegal, sementara bus cuma sampai ke Cirebon," ceritanya.
Hingga siang ini, ratusan kendaraan bermotor beriring-iringaan memadati jalur mudik Bekasi - Cikarang. Tampak di antara mereka masih tetap membawa balita dan anak kecil. Bahkan ada yang hingga 4 orang, satu di depan dan satu diapit bapak-ibunya.
Kini gerimis mulai turun mengguyur sepanjang jalur Bekasi sehingga pemudik diharap lebih waspada. "Ya bagaimana lagi, naik motor lebih murah dan tidak berdesak-desakan," aku Munawaroh.
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
