Pertemuan Kinabalu Tak Signifikan, Harusnya Malaysia Minta Maaf
Senin, 06/09/2010 22:17 WIB
Jakarta
Tidak ada hasil yang signifikan dari pertemuan Indonesia dan Malaysia di Kinabalu. Masih banyak masalah yang belum selesai, khususnya soal penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan, dari kesepakatan yang dicapai, tidak terlihat ketegasan dan kelugasan dari pemerintah Indonesia.
"Tidak ada permintaan maaf dari Malaysia perihal penangkapan oleh Marine Police Malaysia maupun perlakuan aparat Malaysia yang memperlakukan para petugas KKP sebagai pelaku kejahatan. Dalam komunike hanya disebutkan bahwa Menlu Marty Natalegawa menyampaikan keprihatinannya, namun tidak ada respons dari Menlu Malaysia," jelas Hikmahanto kepada detikcom, Senin (6/9/2010).
Menurut pria berkacamata ini, pemerintah Malaysia juga tidak menjanjikan adanya investigasi terhadap aparatnya yang memperlakukan petugas KKP sebagai pelaku kejahatan. Sebagaimana disampaikan dalam rilis, Menlu Malaysia hanya menyampaikan Pemerintah Malaysia tidak akan memberlakukan prosedur penahanan kepada petugas Indonesia di masa mendatang.
"Padahal Presiden dalam pidatonya di Cilangkap menghendaki adanya investigasi," tambahnya.
Tidak hanya itu, Hikmahanto juga menyayangkan insiden seperti tanggal 13 Agustus itu disepakati sebagai masalah yang berakar pada delimitasi perbatasan laut. Padahal meski telah disepakatinya delimitasi perbatasan laut, insiden seperti 13 Agustus masih bisa terjadi.
Menurut dia, cara yang tepat untuk tidak terulang terjadinya insiden 13 Agustus adalah dengan menyepakati Standard Operation Procedure (SOP) dan Rule of Engagement (RoE). Sayangnya ini pun masih baru akan dibicarakan oleh delegasi kedua negara.
Demikian juga untuk perlindungan TKI yang hanya menyepakati untuk mendorong kelompok kerja menuntaskan revisi atas MOU utk pembantu rumah tangga/domestic workers.
"Dari semua ini hasil pertemuan tidak ada yang substantif sebagaimana diharapkan oleh Presiden RI dalam pidatonya di Cilangkap, apalagi yang dikehendaki oleh publik Indonesia," tegasnya.
"Pertemuan juga tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit karena semua hal hanya "akan" dilakukan," tutupnya.
(mad/mei)
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan, dari kesepakatan yang dicapai, tidak terlihat ketegasan dan kelugasan dari pemerintah Indonesia.
"Tidak ada permintaan maaf dari Malaysia perihal penangkapan oleh Marine Police Malaysia maupun perlakuan aparat Malaysia yang memperlakukan para petugas KKP sebagai pelaku kejahatan. Dalam komunike hanya disebutkan bahwa Menlu Marty Natalegawa menyampaikan keprihatinannya, namun tidak ada respons dari Menlu Malaysia," jelas Hikmahanto kepada detikcom, Senin (6/9/2010).
Menurut pria berkacamata ini, pemerintah Malaysia juga tidak menjanjikan adanya investigasi terhadap aparatnya yang memperlakukan petugas KKP sebagai pelaku kejahatan. Sebagaimana disampaikan dalam rilis, Menlu Malaysia hanya menyampaikan Pemerintah Malaysia tidak akan memberlakukan prosedur penahanan kepada petugas Indonesia di masa mendatang.
"Padahal Presiden dalam pidatonya di Cilangkap menghendaki adanya investigasi," tambahnya.
Tidak hanya itu, Hikmahanto juga menyayangkan insiden seperti tanggal 13 Agustus itu disepakati sebagai masalah yang berakar pada delimitasi perbatasan laut. Padahal meski telah disepakatinya delimitasi perbatasan laut, insiden seperti 13 Agustus masih bisa terjadi.
Menurut dia, cara yang tepat untuk tidak terulang terjadinya insiden 13 Agustus adalah dengan menyepakati Standard Operation Procedure (SOP) dan Rule of Engagement (RoE). Sayangnya ini pun masih baru akan dibicarakan oleh delegasi kedua negara.
Demikian juga untuk perlindungan TKI yang hanya menyepakati untuk mendorong kelompok kerja menuntaskan revisi atas MOU utk pembantu rumah tangga/domestic workers.
"Dari semua ini hasil pertemuan tidak ada yang substantif sebagaimana diharapkan oleh Presiden RI dalam pidatonya di Cilangkap, apalagi yang dikehendaki oleh publik Indonesia," tegasnya.
"Pertemuan juga tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit karena semua hal hanya "akan" dilakukan," tutupnya.
(mad/mei)
Baca Juga
- Fadel: Isu Pemerasan Petugas KKP pada Nelayan Malaysia Bohong
- Perundingan Kinabalu
RI-Malaysia Siapkan Perundingan Marathon Soal Perbatasan - Perundingan Kinabalu
Indonesia Minta Keringanan Atas Vonis Hukuman Mati 3 WNI - Perundingan Kinabalu
Malaysia Janji Tak Akan Tahan Petugas Indonesia Lagi - Hasil Pertemuan Kinabalu: RI-Malaysia Sesalkan Insiden 13 Agustus
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
222 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
