detikcom

PS Bhayangkara Dikhawatirkan Kontraproduktif dengan Tugas Polri

Indra Subagja - detikNews
Senin, 06/09/2010 16:42 WIB
Jakarta Pembentukan tim Persatuan Sepakbola (PS) Bhayangkara Polri menuai kritik. Seharusnya Polri lebih fokus pada fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat. Dana untuk sepakbola sebaiknya diperuntukkan untuk peralatan personel.

"Itu kontraproduktif. Polri itu penegakkan hukum, ketertiban masyarakat, dan pengayoman. Itu yang mesti diprioritaskan," kata anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Novel Ali saat dihubungi detikcom, Senin (6/9/2010).

Dia menjelaskan, daripada mencari pemain sepakbola handal, lebih baik Polri mencari bibit terbaik di bidang penegakan hukum, itu akan lebih bermanfaat bagi Polri.

"Apa ada jaminan dengan pembentukan tim sepakbola Polri, PSSI akan maju?" tanya Novel.

Polri memang perlu olah raga, namun jangan kemudian menyedot dana besar, dengan lebih mengedepankan sepakbola. Urusan sepakbola sudah ada lembaga yang mengurusnya.

"Biarlah itu menjadi uruan lembaga lain. Polri di bidang penegakan hukum saja," kata Novel.

Karena merasa peduli terhadap kondisi persepakbolaan Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia mendirikan Persatuan Sepakbola Bhayangkara. Tim sepakbola ini dibentuk untuk merekrut pemain bola handal.

"Sudah terbentuk 1 bulan lalu ada 47 orang yang dipilih dari Polda-polda," ujar Kadivhumas Polri Brigjen Iskandar Hasan melalui pesan singkat kepada detikcom.

Menurut Iskandar, tim sepak bola Polri selanjutnya akan mengikuti berbagai macam latihan. Harapannya bisa muncul bibit unggul para pemain sepak bola profesional.

"Sabtu sore kemarin ada pertandingan persahabatan dengan Pelita Jaya di PTIK," jelasnya.

(ndr/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel