DPR Harus Panggil Pihak yang Pernah Hubungan dengan Calon Kapolri
Senin, 06/09/2010 16:27 WIB
Jakarta
Direktur Eksekutif Transparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis mengusulkan, agar DPR dalam fit and proper test calon Kapolri, memanggil semua pihak yang pernah berhubungan dengan sang calon. Calon Kapolri juga harus melaporkan hartanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"1 Calon Kapolri tidak masalah, Tetapi fit and proper test-nya paling tidak harus 3 hari," kata Todung di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/9/2010).
Menurut dia, DPR sebaiknya tidak hanya meminta keterangan dari calon Kapolrinya saja. DPR harus memanggil semua pihak yang pernah berhubungan dengan calon Kapolri.
"Bisa pengusaha, LSM, yang tahu seluk beluk calon Kapolri tersebut. Bisa juga atasan atau bawahannya. Semua dimintai keterangan soal calon Kapolri," ujar pria berkacamata ini.
Dari situ, lanjut Todung, dapat diketahui latar belakang calon Kapolri. "Buruk atau tidak. Kalau punya jangan dipilih karena itu akan memperlemah posisi tawarnya nanti," kata dia.
Siapa calon yang dijagokan dari 3 nama kuat yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri? "Serahkan saja pada mekanisme," jawab Todung diplomatis.
Dalam kesempatan itu, Todung menambahkan, diperlukan figur Kapolri yang sangat kuat untuk memimpin institusi Polri. Hal ini dapat diperoleh dari seleksi awal calon Kapolri.
Menurut Todung, calon Kapolri juga harus melaporkan harta kekayaannya ke KPK. "Nah, nanti rekening calon Kapolri tersebut bisa ditelusuri oleh KPK maupun PPATK. Kalau ada yang mencurigakan, baru dilakukan penelusuran yang lebih dalam. Ini agar akuntabilitas terjaga," papar dia.
(aan/fay)
"1 Calon Kapolri tidak masalah, Tetapi fit and proper test-nya paling tidak harus 3 hari," kata Todung di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/9/2010).
Menurut dia, DPR sebaiknya tidak hanya meminta keterangan dari calon Kapolrinya saja. DPR harus memanggil semua pihak yang pernah berhubungan dengan calon Kapolri.
"Bisa pengusaha, LSM, yang tahu seluk beluk calon Kapolri tersebut. Bisa juga atasan atau bawahannya. Semua dimintai keterangan soal calon Kapolri," ujar pria berkacamata ini.
Dari situ, lanjut Todung, dapat diketahui latar belakang calon Kapolri. "Buruk atau tidak. Kalau punya jangan dipilih karena itu akan memperlemah posisi tawarnya nanti," kata dia.
Siapa calon yang dijagokan dari 3 nama kuat yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri? "Serahkan saja pada mekanisme," jawab Todung diplomatis.
Dalam kesempatan itu, Todung menambahkan, diperlukan figur Kapolri yang sangat kuat untuk memimpin institusi Polri. Hal ini dapat diperoleh dari seleksi awal calon Kapolri.
Menurut Todung, calon Kapolri juga harus melaporkan harta kekayaannya ke KPK. "Nah, nanti rekening calon Kapolri tersebut bisa ditelusuri oleh KPK maupun PPATK. Kalau ada yang mencurigakan, baru dilakukan penelusuran yang lebih dalam. Ini agar akuntabilitas terjaga," papar dia.
(aan/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:16 WIB
Semua Kader PD Wajib Penuhi Panggilan KPK Soal Uang ke Kongres
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
