PDIP Pesimistis Atas Perundingan RI-Malaysia di Kinabalu
Senin, 06/09/2010 13:40 WIB
Jakarta
PDI Perjuangan kecewa mendengar informasi bahwa perundingan Indonesia dengan Malaysia di Kinabalu hanya sekejap. Partai oposisi ini juga pesimistis perundingan akan menuntaskan konflik perbatasan antara kedua negara.
"Kami mendengar pertemuan hanya dijadwalkan selama tiga jam, setelah itu istirahat sebelum berbuka bersama. Ini sangat tidak efektif," ujar Wakil Ketua Komisi I (bidang luar negeri) DPR dari FPDIP, Tubagus Hasanuddin, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/9/2010).
Hasanuddin menuturkan, perundingan Kinabalu juga belum membahas masalah perbatasan Indonesia-Malaysia. Pertemuan yang membahas perbatasan baru akan digelar tahun depan.
"Itu isinya hanya penyampaian nota protes kedua negara. Setelah itu menjadwalkan pertemuan berikutnya tahun depan," papar Hasanuddin.
Hasanuddin menambahkan, ketidaktegasan perundingan Kinabalu disebabkan pidato Presiden SBY yang kurang tegas. Akibatnya, Malaysia belum mau membahas konflik perbatasan kedua negara.
"Presiden tidak tegas menyambut pidato PM Malaysia yang cukup keras. Seharusnya Presiden tegas dan langsung menyaksikan latihan perang pasukan TNI setelah berpidato," tegasnya.
(van/lrn)
"Kami mendengar pertemuan hanya dijadwalkan selama tiga jam, setelah itu istirahat sebelum berbuka bersama. Ini sangat tidak efektif," ujar Wakil Ketua Komisi I (bidang luar negeri) DPR dari FPDIP, Tubagus Hasanuddin, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/9/2010).
Hasanuddin menuturkan, perundingan Kinabalu juga belum membahas masalah perbatasan Indonesia-Malaysia. Pertemuan yang membahas perbatasan baru akan digelar tahun depan.
"Itu isinya hanya penyampaian nota protes kedua negara. Setelah itu menjadwalkan pertemuan berikutnya tahun depan," papar Hasanuddin.
Hasanuddin menambahkan, ketidaktegasan perundingan Kinabalu disebabkan pidato Presiden SBY yang kurang tegas. Akibatnya, Malaysia belum mau membahas konflik perbatasan kedua negara.
"Presiden tidak tegas menyambut pidato PM Malaysia yang cukup keras. Seharusnya Presiden tegas dan langsung menyaksikan latihan perang pasukan TNI setelah berpidato," tegasnya.
(van/lrn)
Baca Juga
- Perundingan Kinabalu
Ketua DPR Harap Malaysia Beritikad Selesaikan Masalah Perbatasan - Perundingan Kinabalu
Anas Minta Menlu Pertahankan Tiap Jengkal Republik - Perundingan Kinabalu
Pemerintah Indonesia Harus Tegas pada Malaysia - Indonesia dan Malaysia Memulai Perundingan
- Ketegangan RI-Malaysia
Hasyim: Pemimpin Jangan Hanya Lakukan Pencitraan Diri
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 09:45 WIB
Komisi V Desak KNKT dan Kemenhub Bentuk Tim Investigasi FDR Sukhoi
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
