Senin, 06/09/2010 13:34 WIB

Ahli Tata Kota: Ibukota Baru Sebaiknya di Serang atau Karawang

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Wacana pemindahan ibukota Indonesia terus bergulir. Menurut ahli tata kota Universitas Trisakti (Usakti), Yayat Supriyatna, syarat utama pemindahan ibukota yaitu lokasi ibukota baru harus dekat dengan Jakarta dan dipindahkan secara bertahap.

"Bisa arah barat seperti di Serang, Banten, atau arah timur, seperti di Karawang atau Purwakarta. Ini yang paling rasional," kata Yayat saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/9/2010).

Yayat menjelaskan, syarat ini dirasa paling rasional karena masih dekat dengan Jakarta sehingga masih bisa koordinasi dengan lembaga negara lainnya. Selain itu juga tidak menimbulkan perpindahan besar-besaran bagi PNS. Ibukota baru cukup membangun sarana transportasi massal yang menghubungkan dari/ke Jakarta.

"Kalau kota di atas (Serang, Karawang, Purwakarta), kan cuma 2 atau 3 jam perjalanan. Untuk koordinasi antar lembaga negara masih terjangkau. PNS juga tak harus pindah total," argumen Yayat.

Syarat kedua, perpindahan harus dilakukan secara bertahap. Pertama, eksekutif kemudian legislatif, disusul lembaga lain dan diakhiri dengan yudikatif.

"Ini yang paling rasional, untuk menyelamatkan Jakarta 20-30 tahun ke depan. Jika tidak dimulai dari sekarang, Jakarta masa depan akan over capacity," jelas Yayat.

Sebagai pelengkap, ibukota baru harus disertai dengan apartemen/ rumah susun bagi karyawannya. Ini untuk meningkatkan kinerja dan tepat waktu dalam bekerja.

"Sekarang saja, kalau tiggal di Cibubur kemudian kerja di Jalan Medan Merdeka, butuh waktu berapa jam naik kendaraan pribadi untuk sampai. Belum lagi untuk biaya bisa sampai Rp 2,5 juta perbulan. Ini kan sama saja dengan sewa apartemen kelas menengah," ujarnya.

Yayat usul, di ibukota baru nantinya, pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur, baru PNS pulang ke rumah. Selain menghemat juga tidak stres terkena kemacetan.

Wacana pemindahan ibukota disampaikan SBY pada 3 September, sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan. Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengusulkan pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke kota yang tak jauh dari Jakarta. Selain itu, pemindahan tak harus seluruh fasilitas ibukota, tapi bisa gedung pemerintahan dulu yang dipindahkan.
Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.

(asp/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel