detikcom
Senin, 06/09/2010 00:22 WIB

Jumlah Penyeberang di Pelabuhan Merak Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Geliat arus mudik semakin nampak di Pelabuhan Merak, Banten. Pada H-6, jumlah penyeberang yang memanfaatkan jasa penyeberangan di pelabuhan itu mencapai 5 kali lipat dibanding kondisi normal.

"Antrian menjadi lebih lama," kata Media Relation PT ASDP Indonesia Ferry, Intan, kepada detikcom, Minggu (5/9/2010).

Menurut Intan, lonjakan penumpang itu terjadi pada malam hari. Ada kecenderungan pemudik memilih penyeberangan sehabis berbuka berbuka puasa. Pada saat siang hari, lonjakan penumpang hanya 2 kali lipat.

"Diimbau untuk menyeberang pada pagi dan siang hari, diusahakan sebelum hari puncak mudik, yaitu tanggal 7 dan 8 (September), Selasa dan Rabu," pinta dia.

Sementara itu, mengenai pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, Jawa Timur, Intan mengatakan, potensi pemudik sepeda motor dari Gilimanuk ke Ketapang akan terjadi lonjakan hebat. Pemudik dari Bali disarankan untuk melakukan mudik Selasa dan Senin pagi dan siang hari.

"Hingga hari ini masih rendah, namun dikhawatirkan angkutan pada hari puncak cukup tinggi. Sekadar info, H-6 masih 8.000 unit kendaraan yang menyeberang melalui pelabuhan itu, padahal diprediksi H-7 sampai dengan H-1 sebesar 45.000," ungkap Intan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(irw/irw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%