Pilkada Bovendigul
Meski Status Ditahan KPK, Yusak Yaluwo Menang
Minggu, 05/09/2010 20:39 WIB
Jakarta
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bovendigul, Papua menuai kejutan politik bagi banyak kalangan. Kandidat yang diramal akan kalah, karena berstatus tersangka kasus korupsi yang saat ini berada dalam tahanan, Yusak Yaluwo, ternyata menang dengan satu putaran saja.
Adakah peran konsultan politik di balik kemenangan itu? Atau kasus ini merupakan gambaran sesungguhnya dari konsekuensi sebuah demokrasi yang harus diterima?
Direktur Konsultan Citra Indonesia (KCI)–LSI Grup, Barkah Pattimahu berpendapat, kasus kemenangan Yusak Yaluwo yang notabene klien yang didampinginya selama empat bulan itu merpakan cermin bahwa rakyat saat ini sudah mendapat kebebasan yang makin luas dalam memilih siapa calon yang dikehendakinya. Sebagai konsultan politik, kata Barkah, pihaknya tentu harus menunaikan tugas dan tanggungjawab profesionalnya dalam memenangkan klien dengan berbagai upaya strateginya.
"Kebetulan, sebagai konsultan kami bukan saja memiliki kemampuan menyusun dan merumuskan strategi kemenangan, tapi juga kemampuan dalam memotret peta dukungan melalui tracking survey yang memang sudah teruji secara ilmiah dan akademis. Sehingga, buat kami, kemenangan itu tak terlalu mengagetkan karena melalui survei sebelumnya mayoritas rakyat Buvendigul memang menghendaki Yusak terpilih," kata Barkah dalam sebuah dialog dengan pers menjelang buka puasa di Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Saat digelar quick count oleh KCI pada 31 Agustus lalu, menurut Barkah, kemenangan Yusak Yaluwo itu makin terbukti. Dari data yang masuk, hasil quick count menunjukan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi unggul dengan dukugan 42,13 persen, posisi kedua ditempati Xaverius Songmen-Eksan Heremba dengan 33,11 persen, urutan ketiga Simon Siwoya-Paulus Wanggimop dengan 17,67 persen dan terakhir ditempati Marcelino Yamkondo-Eduard Haurissa dengan 7,09 persen.
Barkah menjelaskan, penghitungan cepat dilakukan di 123 TPS, dengan metode multistage random sampling. Dari 15 distrik yang ada di Bovendigul, pasangan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi unggul di 10 distrik, sementara pasangan Xaverius Sogmen-Eksan Heremba unggul di 4 distrik dan satu distrik dimenangkan pasangan Simon Siwoya-Paulus Wanggimop.
Diakui Barkah, kemenangan Yusak Yaluwo memang diluar prediksi prediksikan banyak pihak, termasuk para elit politik, mengingat Yusak Yaluwo adalah Bupati yang kini berstatus tersangka dan meringkuk dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi anggaran APBD dan dana Otonomi Daerah Kabupaten Bovendigul sebesar Rp 49 miliar tahun 2005-2007.
"Tapi, inilah konsekuensi dari sebuah demokrasi, bahwa public memang mempunyai kebebasan dalam menilai dan memilih sendiri siapa tokoh yang dianggap pantas," tegasnya.
Ditanya tentang kiat dan strategi KCI dalam memenangkan Yusak, Barkah menjelaskan, salah satunya dengan memanfaatkan dan memaksimalkan modal yang sudah dimiliki kliennya itu, yakni modal popularitas. Sebab, salah satu tahapan penting seseorang dalam memilih calon itu adalah kenal atau setidaknya tahu soal calon tersebut. Adapaun beberapa strategi lain yang dilakukannya, adalah pertama, strategi pemilihan dan pemanfaatan media komunikasi yang tepat di tengah keterbatasan akses pada daerah pedalaman papua, kedua. strategi pilihan tema dan isu kampanye yang sesuai, ketiga, strategi mobilisasi dukungan sebelum dan saat pemilihan.
"Salah satu pesan penting yang harus dicatat dalam kasus kemenangan Yusak ini adalah bahwa demokrasi telah memberi tempat terhadap keinginan mayoritas publik, meskipun keinginan tersebut buat sebagian yang lain, khususnya kalangan elit dinilai tidak tepat. Inilah demokrasi, apa yang menurut kita benar dan tepat, belum tentu buat mayoritas rakyat. Mungkin hal ini nanti akan menjadi salah satu bahan pertimbangan hukum," katanya.
(zal/irw)
Adakah peran konsultan politik di balik kemenangan itu? Atau kasus ini merupakan gambaran sesungguhnya dari konsekuensi sebuah demokrasi yang harus diterima?
Direktur Konsultan Citra Indonesia (KCI)–LSI Grup, Barkah Pattimahu berpendapat, kasus kemenangan Yusak Yaluwo yang notabene klien yang didampinginya selama empat bulan itu merpakan cermin bahwa rakyat saat ini sudah mendapat kebebasan yang makin luas dalam memilih siapa calon yang dikehendakinya. Sebagai konsultan politik, kata Barkah, pihaknya tentu harus menunaikan tugas dan tanggungjawab profesionalnya dalam memenangkan klien dengan berbagai upaya strateginya.
"Kebetulan, sebagai konsultan kami bukan saja memiliki kemampuan menyusun dan merumuskan strategi kemenangan, tapi juga kemampuan dalam memotret peta dukungan melalui tracking survey yang memang sudah teruji secara ilmiah dan akademis. Sehingga, buat kami, kemenangan itu tak terlalu mengagetkan karena melalui survei sebelumnya mayoritas rakyat Buvendigul memang menghendaki Yusak terpilih," kata Barkah dalam sebuah dialog dengan pers menjelang buka puasa di Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Saat digelar quick count oleh KCI pada 31 Agustus lalu, menurut Barkah, kemenangan Yusak Yaluwo itu makin terbukti. Dari data yang masuk, hasil quick count menunjukan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi unggul dengan dukugan 42,13 persen, posisi kedua ditempati Xaverius Songmen-Eksan Heremba dengan 33,11 persen, urutan ketiga Simon Siwoya-Paulus Wanggimop dengan 17,67 persen dan terakhir ditempati Marcelino Yamkondo-Eduard Haurissa dengan 7,09 persen.
Barkah menjelaskan, penghitungan cepat dilakukan di 123 TPS, dengan metode multistage random sampling. Dari 15 distrik yang ada di Bovendigul, pasangan Yusak Yaluwo-Yesaya Merasi unggul di 10 distrik, sementara pasangan Xaverius Sogmen-Eksan Heremba unggul di 4 distrik dan satu distrik dimenangkan pasangan Simon Siwoya-Paulus Wanggimop.
Diakui Barkah, kemenangan Yusak Yaluwo memang diluar prediksi prediksikan banyak pihak, termasuk para elit politik, mengingat Yusak Yaluwo adalah Bupati yang kini berstatus tersangka dan meringkuk dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi anggaran APBD dan dana Otonomi Daerah Kabupaten Bovendigul sebesar Rp 49 miliar tahun 2005-2007.
"Tapi, inilah konsekuensi dari sebuah demokrasi, bahwa public memang mempunyai kebebasan dalam menilai dan memilih sendiri siapa tokoh yang dianggap pantas," tegasnya.
Ditanya tentang kiat dan strategi KCI dalam memenangkan Yusak, Barkah menjelaskan, salah satunya dengan memanfaatkan dan memaksimalkan modal yang sudah dimiliki kliennya itu, yakni modal popularitas. Sebab, salah satu tahapan penting seseorang dalam memilih calon itu adalah kenal atau setidaknya tahu soal calon tersebut. Adapaun beberapa strategi lain yang dilakukannya, adalah pertama, strategi pemilihan dan pemanfaatan media komunikasi yang tepat di tengah keterbatasan akses pada daerah pedalaman papua, kedua. strategi pilihan tema dan isu kampanye yang sesuai, ketiga, strategi mobilisasi dukungan sebelum dan saat pemilihan.
"Salah satu pesan penting yang harus dicatat dalam kasus kemenangan Yusak ini adalah bahwa demokrasi telah memberi tempat terhadap keinginan mayoritas publik, meskipun keinginan tersebut buat sebagian yang lain, khususnya kalangan elit dinilai tidak tepat. Inilah demokrasi, apa yang menurut kita benar dan tepat, belum tentu buat mayoritas rakyat. Mungkin hal ini nanti akan menjadi salah satu bahan pertimbangan hukum," katanya.
(zal/irw)
Baca Juga
- Tiga Warga Australia Tewas dalam Kecelakaan Udara di Papua Nugini
- Agar Papua Lebih Maju, UU Otonomi Khusus Harus Dievaluasi
- Mahasiswa Ancam Bakar Gedung Jika Tak Ditemui Kepala Kantor
- Mahasiswa Ngamuk Rusak Kantor Penghubung Pemprov Papua di Kebayoran
- Anggaran Terbesar Tapi Lamban Kemajuan, Pemprov Papua akan Diaudit
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 09:37 WIB
Gede Pasek Janji Bawa Komisi III Lebih Baik Dalam Fungsi Pengawasan
-
Minggu, 27/05/2012 09:08 WIB
Anggota Komisi I: Hindari Pemalsuan, TNI Harus Data Ulang Nopol Dinas
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
