Produsen BlackBerry Diminta Tak Persulit Pelacakan Korupsi di RI
Sabtu, 04/09/2010 18:59 WIB
Jakarta
Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) diminta tidak mempersulit upaya pelacakan jejak kasus korupsi di Indonesia. Karena itu diharapkan RIM yang berkedudukan di Kanada mau membangun data server di Indonesia.
"Untuk pemberantasan korupsi sepatutnya RIM memberikan akses pada pemerintah Indonesia, khususnya institusi penegak hukum seperti KPK," kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (4/9/2010).
Bukan tanpa alasan, tim dari KPK sudah menyambangi markas RIM di Waterloo, Kanada. Dan pihak RIM, KPK, dan Kominfo telah membentuk tim gabungan untuk membahas pendirian data server.
"Tentu kerjasama itu sangat diharapkan untuk mengungkap kejahatan luar biasa seperti korupsi dan terorisme," imbuh Febri.
Kepentingan bisa membuka data RIM tersebut, tentu guna kepentingan publik. "Tentu nantinya secara akses tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Indonesia pun harus serius meminta agar RIM mau membangun pusat data server tersebut," tutupnya.
Permintaan membuka akses BlackBerry messenger ini mengingat penggunaan fasilitas itu sulit dilacak penegak hukum. Salah satu alasannya karena server yang berada di luar negeri. Bisik-bisiknya, banyak pelaku korupsi kini justru selamat berkat menggunakan fasilitas tersebut. (ndr/nwk)
"Untuk pemberantasan korupsi sepatutnya RIM memberikan akses pada pemerintah Indonesia, khususnya institusi penegak hukum seperti KPK," kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (4/9/2010).
Bukan tanpa alasan, tim dari KPK sudah menyambangi markas RIM di Waterloo, Kanada. Dan pihak RIM, KPK, dan Kominfo telah membentuk tim gabungan untuk membahas pendirian data server.
"Tentu kerjasama itu sangat diharapkan untuk mengungkap kejahatan luar biasa seperti korupsi dan terorisme," imbuh Febri.
Kepentingan bisa membuka data RIM tersebut, tentu guna kepentingan publik. "Tentu nantinya secara akses tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Indonesia pun harus serius meminta agar RIM mau membangun pusat data server tersebut," tutupnya.
Permintaan membuka akses BlackBerry messenger ini mengingat penggunaan fasilitas itu sulit dilacak penegak hukum. Salah satu alasannya karena server yang berada di luar negeri. Bisik-bisiknya, banyak pelaku korupsi kini justru selamat berkat menggunakan fasilitas tersebut. (ndr/nwk)
Baca Juga
- Kasus Suap DGS BI
Bibit: Jadi Tersangka, Panda Nababan Cs Tidak Harus Dicegah - Pengacara: Jika Diperbolehkan Dokter, Nunun Siap Diperiksa KPK
- Kasus Suap DGS BI
Jadi Tersangka, PDIP Belum Juga Nonaktifkan Panda Nababan - Server RIM Bisa Bantu KPK Tangkap Koruptor yang Manfaatkan Blackberry
- Bachtiar: PPP Harus Beri Bantuan Hukum untuk Tersangka Suap DGS BI
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
286 Komentar
-
245 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
