Rusuh di Buol, Sulteng
Kontras Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen
Sabtu, 04/09/2010 14:25 WIB
Jakarta
Penyelidikan kasus kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), oleh polisi belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Karenanya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah membentuk Tim Independen.
"Segera bentuk tim independen untuk investigasi kasus Buol yang terdiri dari unsur masyarakat sipil, anggota Kepolisian, Kompolnas dan Komnas HAM. Untuk yang dari masyarakat sipil sebaiknya juga memperhatikan perwakilan lokal," usul Koordinator Kontras, Harris Azhar, dalam jumpa pers di kantornya, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).
Harris mengatakan, tim ini harus diberi wewenang untuk memeriksa dugaan penyiksaan Kasmir di tahanan Mapolsek Biau, penembakan pada 31 Agustus, dan sejumlah tindakan kekerasan lain, seperti pemukulan pegawai rumah sakit oleh anggota Brimob.
"Juga teror terhadap warga oleh Brimob," ucap Harris.
Kontras juga meminta pemerintah menarik pasukan Brimob dan TNI secara berkala dalam waktu secepatnya. Hal itu diperlukan untuk menghindari ketegangan.
"Kami menyayangkan kebijakan pengiriman/penambahan pasukan oleh kepolisian dan TNI. Termasuk dari Brimob, institusi yang melakukan penembakan dan terlibat kekerasan," kata pria berkacamata ini.
Harris menjelaskan bahwa penambahan pasukan terkesan sebagai upaya polisi untuk mengarahkan isu seakan-akan terjadi kerusuhan massa, padahal kasus ini malah bentuk ketidakpercayaan masyarakat pada polisi. Penyelesaian kasus Buol tidak semata-mata bisa dilakukan dengan cara pengamanan.
(lrn/gun)
"Segera bentuk tim independen untuk investigasi kasus Buol yang terdiri dari unsur masyarakat sipil, anggota Kepolisian, Kompolnas dan Komnas HAM. Untuk yang dari masyarakat sipil sebaiknya juga memperhatikan perwakilan lokal," usul Koordinator Kontras, Harris Azhar, dalam jumpa pers di kantornya, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).
Harris mengatakan, tim ini harus diberi wewenang untuk memeriksa dugaan penyiksaan Kasmir di tahanan Mapolsek Biau, penembakan pada 31 Agustus, dan sejumlah tindakan kekerasan lain, seperti pemukulan pegawai rumah sakit oleh anggota Brimob.
"Juga teror terhadap warga oleh Brimob," ucap Harris.
Kontras juga meminta pemerintah menarik pasukan Brimob dan TNI secara berkala dalam waktu secepatnya. Hal itu diperlukan untuk menghindari ketegangan.
"Kami menyayangkan kebijakan pengiriman/penambahan pasukan oleh kepolisian dan TNI. Termasuk dari Brimob, institusi yang melakukan penembakan dan terlibat kekerasan," kata pria berkacamata ini.
Harris menjelaskan bahwa penambahan pasukan terkesan sebagai upaya polisi untuk mengarahkan isu seakan-akan terjadi kerusuhan massa, padahal kasus ini malah bentuk ketidakpercayaan masyarakat pada polisi. Penyelesaian kasus Buol tidak semata-mata bisa dilakukan dengan cara pengamanan.
(lrn/gun)
Baca Juga
- Kapolsek Biau & Kasatlantas Polres Buol Diperiksa Terkait Kematian Tahanan
- Kapolri: Kematian Tahanan di Buol Minimal Akibat Kelalaian
- Patrialis: Penganiaya Tahanan di Buol Wajib Dihukum
- Mahasiswa Sulteng di Yogya Kecam Tindakan Anarkis Polisi di Kabupaten Buol
- Mabes Polri Kirim 2 SSK Brimob ke Buol, Bukan untuk Takuti Warga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
286 Komentar
-
245 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
