Masih Banyak Protes, IAI Minta DPR Tunda Proyek Gedung Baru
Sabtu, 04/09/2010 13:27 WIB
Jakarta
Protes yang ramai didengungkan masyarakat soal rencana pembangunan gedung baru DPR dinilai menggambarkan bahwa tata cara pelaksanaan proyek belum dilakukan dengan baik. DPR pun diminta menunda proyek ini agar protes tidak terus terjadi.
"Penundaan dilakukan dengan tujuan mengkaji ulang untuk mendapatkan hasil akhir
yang lebih dapat diterima. Bahan kajian yang paling utama adalah dasar-dasar
perencanaan yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja," kata Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Endy Subijono kepada detikcom, Sabtu (4/9/2010).
DPR harus memiliki alasan yang sudah teruji mengenai rencana pembangunan gedung baru tersebut. Misalnya saja, apakah alasan penambahan ruang yang selama ini selalu disebutkan sudah diuji dan dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
"Proyek ini kan dibiayai oleh negara, jadi itu harus teruji oleh publik," kata Endy.
Endy tidak ingin proyek ini akan digugat oleh masyarakat. Karena sebelumnya, sejumlah proyek seperti Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, bangunan sekolah yang rusak sebelum waktunya, dan bangunan publik seperti pasar tradisional.
Apalagi, gedung DPR merupakan salah satu ikon Indonesia. Tentu saja, perhatian rakyat untuk proyek ini lebih besar dari pada gedung-gedung lainnya.
"Pembangunan gedung baru DPR mempunyai dampak yang luar biasa. Proyek besar seperti ini tentu menuntut perencanaan dan perancangan yang transparan, lebih dari sekadar perancangan gedung publik biasa," kata Endy.
(ken/ndr)
"Penundaan dilakukan dengan tujuan mengkaji ulang untuk mendapatkan hasil akhir
yang lebih dapat diterima. Bahan kajian yang paling utama adalah dasar-dasar
perencanaan yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja," kata Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Endy Subijono kepada detikcom, Sabtu (4/9/2010).
DPR harus memiliki alasan yang sudah teruji mengenai rencana pembangunan gedung baru tersebut. Misalnya saja, apakah alasan penambahan ruang yang selama ini selalu disebutkan sudah diuji dan dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
"Proyek ini kan dibiayai oleh negara, jadi itu harus teruji oleh publik," kata Endy.
Endy tidak ingin proyek ini akan digugat oleh masyarakat. Karena sebelumnya, sejumlah proyek seperti Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, bangunan sekolah yang rusak sebelum waktunya, dan bangunan publik seperti pasar tradisional.
Apalagi, gedung DPR merupakan salah satu ikon Indonesia. Tentu saja, perhatian rakyat untuk proyek ini lebih besar dari pada gedung-gedung lainnya.
"Pembangunan gedung baru DPR mempunyai dampak yang luar biasa. Proyek besar seperti ini tentu menuntut perencanaan dan perancangan yang transparan, lebih dari sekadar perancangan gedung publik biasa," kata Endy.
(ken/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
286 Komentar
-
245 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
