detikcom

Peninjauan Ulang Gedung Baru DPR Jangan Hanya Basa-basi Politik

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Sabtu, 04/09/2010 12:20 WIB
Jakarta Setelah dihujani kritik keras oleh publik, mayoritas fraksi-fraksi di DPR meminta pembangunan gedung baru DPR ditinjau ulang. Sikap itu diharapkan tidak sekadar basa-basi politik.

"Ini jangan sekadar basa-basi politik. Kalau mayoritas fraksi menganggap perlu ditinjau ulan atau tidak penting, ya harus dibicarakan kembali," kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang.

Hal itu disampaikan dalam diskusi Polemik yang digelar Radio Trijaya FM di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).

Sebastian mengatakan, jika mayoritas fraksi meminta ditinjau ulang atau menolak, hendaknya itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Jangan penolakan hanya sekadar pencitraan di hadapan publik, sementara diam-diam turut menyetujui.

"Kalau DPR sering katakan Presiden SBY hidup dengan pencitraan, maka DPR juga harus berhenti dengan pencitraan," kritik Sebastian.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR, Abdul Malik Haramain mengatakan, DPR perlu menggelar rapat paripurna untuk membahas soal pembangunan gedung baru. Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) tidak bisa mengabaikan penolakan atau permintaan peninjauan ulang oleh sebagian besar anggota dewan dan fraksi.

"BURT kan hanya alat kelengkapan dewan, sementara kita 500 sekian menolak keputusan BURT," ujar Haramain.

(lrn/gun)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel