Diduga Mengandung Kaporit, Gudang Bumbu Dapur di Tangerang Digerebek
Jumat, 03/09/2010 11:38 WIB
Jakarta
Sebuah gudang penyimpanan bumbu dapur di kawasan pergudangan Kosambi, Tangerang, digerebek polisi. Sebabnya, bumbu dapur berupa merica dan ketumbar itu diduga mengandung kaporit, senyawa kimia yang biasa digunakan untuk menjernihkan air.
"Bumbu-bumbu tersebut dicuci menggunakan kaporit agar lebih putih warnanya," kata Kepala Satuan Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sandy Nugroho, kepada wartawan di ruangannya, Jumat (3/9/2010).
Adapun barang bukti yang disita dari lokasi berupa 207 karung ketumbar dan 49 karung merica. Sementara pemilik berinisial UDM itu tidak ditahan karena polisi belum menemukan pasal pidananya.
"Dan karena kita masih harus memeriksa dulu ketumbar dan merica tersebut apakah mengandung kaporit atau tidak," jelasnya.
Pengungkapan itu sendiri berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui aktivitas di gudang tersebut. "Menurut informasi masyarakat, bumbu dapur itu dicuci menggunakan bahan kimia kaporit H2O2," katanya
Sandy mengatakan, kaporit sendiri tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu. "Masih bisa dikonsumsi dalam jumlah tertentu," ungkapnya.
Namun, untuk kasus ini, polisi belum mengetahui berapa kadar kaporit yang digunakan untuk mencampur bumbu tersebut. "Makanya kita periksa dulu di lab," katanya.
Sandy mengungkapkan, ketumbar dan merica yang memiliki warna putih lebih diminati masyarakat. "Menurut pemilik, masyarakat lebih menyukai yang warnanya putih," katanya.
Sementara itu, polisi juga menggerebek sebuah gudang di Kabupaten Bekasi pada 30 Agustus lalu. Di situ, polisi menemukan ratusan mentega yang telah kadaluwarsa.
"Mentega ini telah kadaluwarsa dikumpulkan di gudang tersebut," kata Sandy.
Mentega itu lalu dipisahkan dari kemasannya. Sementara menurut pengakuan pemilik, ia hanya mengolah limbah mentega tersebut.
"Jadi menurutnya, hanya mengambil bungkusnya saja," katanya.
Meski demikian, polisi tetap menyita ratusan mentega kadaluwarsa tersebut karena khawatir barang tersebut dipasarkan kembali. "Kita khawatirnya mentega itu diganti kemasan lalu dijual lagi," ungkapnya.
Polisi tidak menahan pemiliknya. "Karena tidak ada bukti dia menjual kembali mentega tersebut," imbuhnya.
Sementara pekan lalu, polisi beserta Badan Pengawasan Pengolahan Obat dan Makanan (BPPOM) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah swalayan di kawasan Jakarta dan Bekasi. Namun, petugas tidak menemukan adanya bahan pokok kebutuhan lebaran yang kadaluwarsa atau pun rusak.
"Tidak ada yang signifikan melanggar. Tapi dari sampling random tidak ada yang ditemukan makanan kadaluwarsa," kata Sandy.
Sejauh ini, menurutnya, makanan di swalayan masih layak dikonsumsi dan batas kadaluwarsa yang masih lama.
(mei/lrn)
"Bumbu-bumbu tersebut dicuci menggunakan kaporit agar lebih putih warnanya," kata Kepala Satuan Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sandy Nugroho, kepada wartawan di ruangannya, Jumat (3/9/2010).
Adapun barang bukti yang disita dari lokasi berupa 207 karung ketumbar dan 49 karung merica. Sementara pemilik berinisial UDM itu tidak ditahan karena polisi belum menemukan pasal pidananya.
"Dan karena kita masih harus memeriksa dulu ketumbar dan merica tersebut apakah mengandung kaporit atau tidak," jelasnya.
Pengungkapan itu sendiri berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui aktivitas di gudang tersebut. "Menurut informasi masyarakat, bumbu dapur itu dicuci menggunakan bahan kimia kaporit H2O2," katanya
Sandy mengatakan, kaporit sendiri tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu. "Masih bisa dikonsumsi dalam jumlah tertentu," ungkapnya.
Namun, untuk kasus ini, polisi belum mengetahui berapa kadar kaporit yang digunakan untuk mencampur bumbu tersebut. "Makanya kita periksa dulu di lab," katanya.
Sandy mengungkapkan, ketumbar dan merica yang memiliki warna putih lebih diminati masyarakat. "Menurut pemilik, masyarakat lebih menyukai yang warnanya putih," katanya.
Sementara itu, polisi juga menggerebek sebuah gudang di Kabupaten Bekasi pada 30 Agustus lalu. Di situ, polisi menemukan ratusan mentega yang telah kadaluwarsa.
"Mentega ini telah kadaluwarsa dikumpulkan di gudang tersebut," kata Sandy.
Mentega itu lalu dipisahkan dari kemasannya. Sementara menurut pengakuan pemilik, ia hanya mengolah limbah mentega tersebut.
"Jadi menurutnya, hanya mengambil bungkusnya saja," katanya.
Meski demikian, polisi tetap menyita ratusan mentega kadaluwarsa tersebut karena khawatir barang tersebut dipasarkan kembali. "Kita khawatirnya mentega itu diganti kemasan lalu dijual lagi," ungkapnya.
Polisi tidak menahan pemiliknya. "Karena tidak ada bukti dia menjual kembali mentega tersebut," imbuhnya.
Sementara pekan lalu, polisi beserta Badan Pengawasan Pengolahan Obat dan Makanan (BPPOM) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah swalayan di kawasan Jakarta dan Bekasi. Namun, petugas tidak menemukan adanya bahan pokok kebutuhan lebaran yang kadaluwarsa atau pun rusak.
"Tidak ada yang signifikan melanggar. Tapi dari sampling random tidak ada yang ditemukan makanan kadaluwarsa," kata Sandy.
Sejauh ini, menurutnya, makanan di swalayan masih layak dikonsumsi dan batas kadaluwarsa yang masih lama.
(mei/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
286 Komentar
-
243 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
