Komisi I DPR: Tak Ada Yang Baru dalam Pidato SBY
Kamis, 02/09/2010 07:52 WIB
Jakarta
Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI terus menuai kritik pedas. Komisi I DPR menilai pidato semalam hanya pengulangan ketidaktegasan pidato sebelumnya.
"Tidak ada yang baru, pidato presiden SBY adalah pengulangan dan penegasan sikap pemerintah yang mengedepankan penyelesaian diplomatik dan fokus pada
penyelesaian perundingan batas wilayah," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).
Sebelumnya, Mahfudz berharap pemilihan tempat SBY berpidato yakni di Mabes TNI membawa pesan politik yang kuat. Diharapkan SBY menyatakan ketegasan sikap memaksa Malaysia menghormati Indonesia.
Sikap SBY melalui pidato tersebut justru berbanding terbalik dengan harapan
Mahfudz. Cara politik SBY yang sangat santun membuat Indonesia kembali harus
menunggu itikad baik Malaysia untuk menyelesaikan perundingan batas wilayah.
"Persoalan kemudian adalah bagaimana jika respon Pemerintah Malaysia tidak
seperti yang diharapkan Indonesia? Kita akhirnya harus menunggu. Jika responnya positif berarti pesan SBY berhasil dan SBY harus bersikap lebih progresif jika sikap Malaysia tidak seperti yang diharapkan," tandasnya.
Desakan ketegasan SBY, sebelumnya juga disampaikan oeh Ketua MPR Taufiq Kiemas. TK mengira SBY sedang mengkonsolidir TNI di markasnya untuk kesiapan perang.
Meskipun demikian Ketua DPR Marzuki Alie sudah menduga SBY akan sangat normatif. Marzuki juga berharap SBY tidak akan terjebak emosi sesaat perang melawan Malaysia.
(van/ape)
"Tidak ada yang baru, pidato presiden SBY adalah pengulangan dan penegasan sikap pemerintah yang mengedepankan penyelesaian diplomatik dan fokus pada
penyelesaian perundingan batas wilayah," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).
Sebelumnya, Mahfudz berharap pemilihan tempat SBY berpidato yakni di Mabes TNI membawa pesan politik yang kuat. Diharapkan SBY menyatakan ketegasan sikap memaksa Malaysia menghormati Indonesia.
Sikap SBY melalui pidato tersebut justru berbanding terbalik dengan harapan
Mahfudz. Cara politik SBY yang sangat santun membuat Indonesia kembali harus
menunggu itikad baik Malaysia untuk menyelesaikan perundingan batas wilayah.
"Persoalan kemudian adalah bagaimana jika respon Pemerintah Malaysia tidak
seperti yang diharapkan Indonesia? Kita akhirnya harus menunggu. Jika responnya positif berarti pesan SBY berhasil dan SBY harus bersikap lebih progresif jika sikap Malaysia tidak seperti yang diharapkan," tandasnya.
Desakan ketegasan SBY, sebelumnya juga disampaikan oeh Ketua MPR Taufiq Kiemas. TK mengira SBY sedang mengkonsolidir TNI di markasnya untuk kesiapan perang.
Meskipun demikian Ketua DPR Marzuki Alie sudah menduga SBY akan sangat normatif. Marzuki juga berharap SBY tidak akan terjebak emosi sesaat perang melawan Malaysia.
(van/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal
-
286 Komentar
-
241 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
