Detik.com News
Detik.com

Selasa, 31/08/2010 01:09 WIB

Pasca Letusan, Gunung Sinabung Punya Kawah Baru foto

Khairul Ikhwan - detikNews
Karo - Letusan Gunung Sinabung yang sempat menggetarkan Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), menimbulkan kawah baru di bagian puncak. Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) memprediksi tekanan magma di dasar Gunung Sinabung mulai rendah.

Selain memuntahkan asap dan debu vulkanik ke udara, letusan Gunung Sinabung yang terjadi Senin (30/8/2010) sekitar pukul 06.25 WIB, juga menciptakan kawah baru di bagian kepundan.

Belum dapat dipastikan diameter atau luas kawah yang tercipta akibat letusan itu, namun lebar kawah ini diprediksi lebih kecil dari kawah yang sudah ada sebelumnya.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), R Sukyar mengatakan, terciptanya kawah baru di puncak Gunung Sinabung dapat mengurangi tekanan magma di perut gunung.

Meski begitu, Tim vulkanologi dan Mitigasi tetap melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dari detik ke detik, kata Sukyar.

Hingga Senin malam, asap tebal disertai debu vulkanik masih terlihat keluar dari kawah Gunung Sinabung. Pada hari ini tercatat gunung tersebut mencatatkan empat kali letusan besar diiringi sekitar 29 kali letusan kecil.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%