Detik.com News
Detik.com
Senin, 30/08/2010 18:27 WIB

Mendagri Minta PNS Jadi Contoh Aksi Tolak Parsel

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengimbau jajaran pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak menerima parsel lebaran. Dia berharap para abdi negara itu menjadi contoh, sebagai bentuk pemerintahan bersih.

"Saya minta seluruh pegawai negeri menjadi pelopor untuk tidak menerima parsel,"ujar Gamawan usai rapat gabungan pemerintah dan DPR soal ormas, di Gedung DPR, Jakarta, Senin(30/8/2010).

Menurut Gamawan himbauan KPK mengenai parsel ini sudah sejak lama diterapkan dilingkungan pemerintah pusat dan daerah. Dia memint agar imbauan ini dipatuhi dan dilaksanakan.

"Sudah bertahun-tahun lalu, bukan soal jumlah tapi tradisi bersih," tutupnya.

Sebelumnya jajaran Kementerian BUMN juga mengumumkan penolakan menerima parsel. Termasuk di lingkungan perusahaan pelat merah. Bahkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengancam akan memberi sanksi bagi mereka yang melanggar.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%