detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 30/08/2010 15:24 WIB

TNI AL Tangkap 4 Kapal Nelayan Berbendera Malaysia di Laut Sulawesi

Robert - detikNews
Samarinda - Kapal patroli TNI AL menangkap 4 kapal asing berbendera Malaysia di Laut Sulawesi, Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim). Keempat kapal ditangkap saat melakukan pencurian ikan.

Markas Lanal Nunukan, Kaltim, melaporkan penangkapan dilakukan Minggu (30/08/2010) sekitar pukul 06.47 WITA. Keempat kapal asing berbendera Malaysia itu adalah Kapal MV Kuba I GT 32 dengan jumlah ABK 12 orang, Kapal MV Marikidi GT 32 dengan jumlah ABK 13 orang, Kapal MV 3581 GT 16 dengan ABK 2 orang serta Kapal MV 990 GT 16 dengan ABK 2 orang.

Keempat kapal diidentifikasi berada di titik koordinat 04' 07' 07' Lintang Utara dan koordinat 118' 11' 49' Lintang Timur. "Kami tangkap karena diduga kuat melakukan illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE)," kata Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi, ketika berbincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (30/08/2010).

Rachmad Jayadi menjelaskan,dari total 29 ABK merupakan WNI. Mereka bekerja di kapal nelayan tersebut. "Semua kapal dan ABK ada di Lanal Nunukan," ujar Rachmad.

Rachmad menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya tidak akan membuka peluang terjadinya tawar menawar dalam penegakan hukum dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.

"Pencurian di laut kita harus kita proses hukum. Apapun itu,TNI siap menjaga kedaulatan laut RI," kata Rachmad.

Ditambahkan Rachmad, penangkapan kapal berbendera Malaysia ini tidak terkait situasi politik Indonesia-Malaysia yang sedang memanas. Sebelumnya TNI AL juga pernah menangkap nelayan Filipina terkait pencurian ikan yang sama.

"Tidak ada terkait itu (ketegangan Indonesia-Malaysia). Kita cuma patroli, kebetulan ada kapal nelayan bendera Malaysia, ya kita tangkap," tegas Rachmad.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(djo/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%