detikcom
Senin, 30/08/2010 15:24 WIB

TNI AL Tangkap 4 Kapal Nelayan Berbendera Malaysia di Laut Sulawesi

Robert - detikNews
Samarinda - Kapal patroli TNI AL menangkap 4 kapal asing berbendera Malaysia di Laut Sulawesi, Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim). Keempat kapal ditangkap saat melakukan pencurian ikan.

Markas Lanal Nunukan, Kaltim, melaporkan penangkapan dilakukan Minggu (30/08/2010) sekitar pukul 06.47 WITA. Keempat kapal asing berbendera Malaysia itu adalah Kapal MV Kuba I GT 32 dengan jumlah ABK 12 orang, Kapal MV Marikidi GT 32 dengan jumlah ABK 13 orang, Kapal MV 3581 GT 16 dengan ABK 2 orang serta Kapal MV 990 GT 16 dengan ABK 2 orang.

Keempat kapal diidentifikasi berada di titik koordinat 04' 07' 07' Lintang Utara dan koordinat 118' 11' 49' Lintang Timur. "Kami tangkap karena diduga kuat melakukan illegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE)," kata Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi, ketika berbincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (30/08/2010).

Rachmad Jayadi menjelaskan,dari total 29 ABK merupakan WNI. Mereka bekerja di kapal nelayan tersebut. "Semua kapal dan ABK ada di Lanal Nunukan," ujar Rachmad.

Rachmad menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya tidak akan membuka peluang terjadinya tawar menawar dalam penegakan hukum dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.

"Pencurian di laut kita harus kita proses hukum. Apapun itu,TNI siap menjaga kedaulatan laut RI," kata Rachmad.

Ditambahkan Rachmad, penangkapan kapal berbendera Malaysia ini tidak terkait situasi politik Indonesia-Malaysia yang sedang memanas. Sebelumnya TNI AL juga pernah menangkap nelayan Filipina terkait pencurian ikan yang sama.

"Tidak ada terkait itu (ketegangan Indonesia-Malaysia). Kita cuma patroli, kebetulan ada kapal nelayan bendera Malaysia, ya kita tangkap," tegas Rachmad.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(djo/djo)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%