Detik.com News
Detik.com
Senin, 30/08/2010 12:36 WIB

Gunung Sinabung Kembali Meletus, Siswa SD Terpaksa Diliburkan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali meletus disertai suara bergemuruh dan getaran hebat hingga radius sekitar 20 kilo meter, Senin (30/8/2010) pagi. Akibatnya, siswa Sekolah Dasar di kawasan kaki Gunung Sinabung terpaksa diliburkan.

Salah satunya adalah SD Negeri 040462 di Kelurahan Gundaling 2, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) Pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan sendiri meliburkan 249 siswanya, meski Dinas Pendidikan Kabupaten Karo belum mengeluarkan keputusan resmi.

Kepala sekolah, Sabarita Sembiring mengatakan, tidak punya pilihan lain kecuali memulangkan siswa sebagai bentuk antisipasi dari dampak jika terjadi letusan susulan.

"Kami terpaksa menganbil kebijakan sendiri untuk menutup skolah sementara waktu dan memulangkan siswa mengantisipasi dampak letusan susulan yang mungkin saja terjadi," kata Sabarita.

Tidak hanya mencemaskan para guru, sejumlah orang tua siswa sengaja menjemput anaknya ke sekolah karena khawatir akan dampak letusan Gunung Sinabung.

Rencananya, para siswa akan libur selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu (1/9/2010). "Namun kebijakan ini bisa saja berubah jika kondisi gunung sinabung terus mengancam keselamatan," tambah Sabarita.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(djo/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%