Detik.com News
Detik.com

Minggu, 29/08/2010 01:01 WIB

Gunung Sinabung Meletus, Warga Diminta Ikuti Instruksi Petugas foto

Irwan Nugroho - detikNews
Gunung Sinabung Meletus, Warga Diminta Ikuti Instruksi Petugas Foto:Istimewa/Terkelin Sembiring
Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), meletus tepat pada pukul 00.08 WIB, Minggu (29/8/2010). Warga yang berada di sekitar gunung tersebut diminta untuk mengikuti instruksi petugas di lokasi.

"Gunung meletus sekitar pukul 00.08 WIB," kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom.

Menurut Ani meletusnya gunung tersebut benar-benar tidak terduga sebelumnya, meski ada kepulan asap yang muncul dari puncak Sinabung sejak kemarin.

Dikatakan dia, saat ini sudah ada petugas dari BNPB, tim ahli dari Jakarta, serta Pemda setempat yang menangani evakuasi penduduk. "Saya sudah koordinasi sama Ketua BNPB, komando ada di tangan bupati Karo," ungkapnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Terkelin Sembiring, menyaksikan terjadinya percikan api memancar dari puncak gunung sekitar pukul 23.50 WIB. Warga yang berada di tempat tinggalnya panik dan keluar dari rumah.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(irw/irw)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%