237 Tokoh Siapkan Petisi Minta Tanggung Jawab Kapolri
Minggu, 22/08/2010 12:08 WIB
Jakarta
Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum, sudah sampai ke ubun-ubun. Dari kasus Gayus, rekening gendut sampai rekaman Ade-Ari yang ternyata tidak ada, semua menunjukkan kegagalan polisi. Masyarakat pun meminta Kapolri Bambang Hendarso Danuri bertanggung jawab.
"Kita akan mengajukan petisi untuk meminta pertanggungjawaban Kapolri, karena mundur saja tidak cukup," kata peneliti ICW Febridiansyah, saat dihubungi detikcom, Minggu (22/8/2010).
Menurut Febri, gerakan petisi ini lahir karena masyarakat menilai ada masalah akut di tubuh kepolisian. Publik sudah muak dengan praktik mafia hukum dan sejumlah kasus mulai dari Gayus sampai rekaman Ade-Ari yang ternyata tidak ada.
"Kita ajak sebanyak mungkin orang untuk mendesak pertanggungjawaban Polri," lanjut Febri.
Febri mengatakan petisi ini melibatkan banyak pihak dengan berbagai latar belakang. Mereka mulai dari ativis LSM, cendekiawan, politisi dan lain-lain. Mereka menuntut perbaikan kinerja dan perombakan di tubuh Polri.
"Sejauh ini sudah ada 237 tokoh yang daftar dan terus bertambah," jelas dia.
Febri menambahkan, gerakan petisi ini bukanlah elitis dan justru akan meminta banyak partisipasi masyarakat. Bahkan rencananya akan dibuka petisi online sehingga masyarakat umum bisa lebih mudah bergabung.
"Gerakan petisi ini juga sudah ada di Yogya, Semarang, Padang, Jakarta. Jadi Presiden jangan main-main, sudah banyak kegagalan di penegak hukum," tutupnya.
(fay/rdf)
"Kita akan mengajukan petisi untuk meminta pertanggungjawaban Kapolri, karena mundur saja tidak cukup," kata peneliti ICW Febridiansyah, saat dihubungi detikcom, Minggu (22/8/2010).
Menurut Febri, gerakan petisi ini lahir karena masyarakat menilai ada masalah akut di tubuh kepolisian. Publik sudah muak dengan praktik mafia hukum dan sejumlah kasus mulai dari Gayus sampai rekaman Ade-Ari yang ternyata tidak ada.
"Kita ajak sebanyak mungkin orang untuk mendesak pertanggungjawaban Polri," lanjut Febri.
Febri mengatakan petisi ini melibatkan banyak pihak dengan berbagai latar belakang. Mereka mulai dari ativis LSM, cendekiawan, politisi dan lain-lain. Mereka menuntut perbaikan kinerja dan perombakan di tubuh Polri.
"Sejauh ini sudah ada 237 tokoh yang daftar dan terus bertambah," jelas dia.
Febri menambahkan, gerakan petisi ini bukanlah elitis dan justru akan meminta banyak partisipasi masyarakat. Bahkan rencananya akan dibuka petisi online sehingga masyarakat umum bisa lebih mudah bergabung.
"Gerakan petisi ini juga sudah ada di Yogya, Semarang, Padang, Jakarta. Jadi Presiden jangan main-main, sudah banyak kegagalan di penegak hukum," tutupnya.
(fay/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
