detikcom
Sabtu, 21/08/2010 10:40 WIB

Polda Metro Gelar Sertijab 5 Kapolres

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Mutasi di tubuh Kepolisian Polda Metro Jaya terus dilakukan. Pagi ini, 5 Kapolres melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Pertemuan Metro Jaya, Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo bertindak selaku inspektur upacara. Sertijab ini juga diikuti oleh ratusan pejabat dan personel Polda Metro.

"Program start pertama Polri membangun kepercayaan masyarakat, 2009-2014 membangun kemitraan. Lima tahun terakhir trust building," pesan Timur untuk para Kapolres dalam sambutannya, Sabtu (21/8/2010)

Timur menjelaskan, wilayah Jakarta memiliki penduduk sekitar 23 juta dengan karakteristik serba pusat, pusat dagang, pemerintahan, politik, sosial budaya. Hal ini patut menjadi perhatian bagi personel Polri agar bisa memenuhi harapan masyarakat.

"Berapa pun polisi nanti ditambah bukan berarti kita tak pernah memberdayakan atau kerjasama dengan masyarakat," jelasnya.

Berdasarkan Telegram Rahasia (TR) Kapolda Metro Jaya bernomor ST/590/VIII/2010 tanggal 10 Agustus 2010, berikut nama-nama Kapolres yang berganti.

1. Kapolres Jakarta Timur Kombes Hassanudin digantikan oleh Kombes Saidal Mursalim. Hassanudin dimutasi menjadi perwira menengah di Polri dalam rangka Sekolah Perwira Tinggi (Sespati). Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ape/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%