Detik.com News
Detik.com

Rabu, 18/08/2010 15:07 WIB

Jika Ada Delik Aduan, Polisi Baru Proses Pelecehan Paskibra

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jika Ada Delik Aduan, Polisi Baru Proses Pelecehan Paskibra
Jakarta - Kasus pelecehan yang dialami anggota Paskibraka DKI Jakarta belum sampai ke tangan polisi. Polisi pun tak bisa memproses secara hukum jika tidak ada delik aduan dari korban pelecehan tersebut.

"Memang kita menerima informasi soal itu. Tapi kita belum menerima laporan. Ini kan delik aduan. Kalau tidak ada aduan, kita tidak memproses," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/8/2010).

Boy pun mengimbau agar korban bisa melaporkan diri ke polisi. Dari laporan tersebut polisi akan menindaklanjuti dan mengetahui duduk persoalan kasus tersebut.

"Kalau belum lapor kita belum tahu siapa yang dilecehkan dan siapa yang jadi korban," tukasnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota Paskibra disuruh berlari keluar kamar mandi menuju kamar mereka hanya menggunakan handuk. Para orang tuanya pun mengeluh dan menilai tindakan atas perintah senior Paskibra tersebut A dan E adalah tindakan pelecehan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%