detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 16/08/2010 12:02 WIB

'Bulan Kembar' 27 Agustus Hanya Hoax yang Berulang

Ken Yunita - detikNews
Kidscosmos.org
Jakarta - Anda mendapat broadcast BBM soal bulan kembar yang dapat disaksikan 27 Agustus nanti? Jika iya, jangan percaya karena hal itu hanya informasi bohong yang selalu hadir setiap bulan Agustus.

"Itu hoax yang terus berulang, kata-katanya juga sama setiap tahun sejak tahun 2003," kata peneliti senior Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/8/2010).

Hoax yang dimaksud Thomas selalu hadir dengan dengan bahasa Inggris. Pesan yang juga beredar di milis-milis itu berjudul 'Two Moons on 27Th August 2010'.

Isinya antara lain: 'The Whole World is waiting for 27th August...Planet Mars will be the brightest in the night sky starting August. It will look as large as the full moon to the naked eye. This will cultivate on Aug. 27 when Mars comes within 34.65M miles off earth. Be sure to watch the sky on Aug. 27 12:30 am. It will look like the earth has 2 moons. The next time Mars may come this close is in 2287. Share this with your friends as NO ONE ALIVE TODAY will ever see it again'.

Thomas mengatakan, peristiwa alam yang dimaksud bulan kembar sebenarnya memang pernah terjadi pada tahun 2003. Saat itu, Mars memiliki jarak terdekat dengan Bumi yakni 55.758.006 km.

"Ini jarak terdekat dalam hampir 60.000 tahun dan akan berulang lagi baru 284 tahun lagi. Jadi tidak mungkin ada manusia mengalaminya dua kali," kata profesor riset ini.

Namun penampakan Mars saat itu juga tidak bisa dibilang mirip bulan. Dilihat dari ukurannya saja, sudah sangat berbeda. "Hanya tampak titik cahaya seperti bintang cemerlang. Itu pun masih kalah dengan Bintang Kejora (Venus purnama)," kata Thomas.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ken/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close