detikcom

Keberadaan Kapolri Simpang Siur, Komunikasi Humas Polri Harus Diperbaiki

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Sabtu, 14/08/2010 23:25 WIB
Jakarta Ketidakjelasan keberadaan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri salah satunya disebabkan oleh para pejabat Divisi Humas Polri yang mengeluarkan pernyataan berbeda-beda. Hal ini menunjukkan Polri tidak profesional dalam hal komunikasi.

"Dalam komunikasi saja tidak profesional, bagaimana menangani keamanan nasional," kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada detikcom, Sabtu (14/8/2010).

Neta meminta Divisi Humas Polri berkoordinasi lebih dulu sebelum mengeluarkan pernyataan penting. Kasus 'menghilang'-nya Kapolri, kata dia, salah satunya disebabkan penyampaian informasi kepada publik yang tidak baik.

"Ini harus diperbaiki," katanya.

Simpang siur kondisi dan keberadaan Kapolri dimulai ketika serah terima sejumlah jabatan yang digelar di Mabes Polri ditunda. Alasannya, Kapolri dan Wakapolri sedang ada kegiatan di luar Mabes Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Aritonang dan Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga Ana menyampaikan pernyataan berbeda soal keberadaan Kapolri. Edward mengatakan, Kapolri dan Wakapolri sedang dinas di luar. Sedangkan Ketut mengatakan, Kapolri mendadak dipanggil Presiden SBY. Namun Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha, membantahnya.

Terakhir, penasihat Kapolri Kastorius Sinaga mengungkapkan bahwa Kapolri sakit. Namun, hal ini pun ditepis oleh Kadiv Humas Irjen (Pol) Edward Aritonang. Edrward mengatakan Kapolri hari ini ada di rumahnya, namun tidak sakit. Ketidakhadiran Kapolri dalam Sertijab kemarin, katanya, karena ada tugas internal.
(lrn/lrn)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel