Detik.com News
Detik.com
Jumat, 13/08/2010 14:54 WIB

Kisah Prancis Memperjuangkan Paris Mean Time foto

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Kisah Prancis Memperjuangkan Paris Mean Time Medali Arago (dok detikcom)
Jakarta - Sebelum Arab Saudi mengajukan Makkah sebagai pusat waktu dunia, Prancis juga pernah ikut dalam kontestasi yang sama pada tahun 1884. Prancis kalah, namun garis waktu Paris Mean Time (PMT) tetap menjadi kenangan sampai saat ini.

Ketika bangsa-bangsa di Eropa bertanding dalam penjelajahan samudera, saat itulah mereka merasa perlu memiliki sebuah acuan waktu untuk dicantumkan dalam peta-peta penjelajahan lautan.

Raja Louis XIII pada 1634 sudah memerintahkan para ahli astronomi Prancis menyusun garis nol derajat untuk acuan waktu yang disebut Paris Meridian Time (PMT). Setelah hampir dua ratus tahun, PMT akhirnya mencapai bentuk paling presisi dari perhitungan yang dilakukan Francois Arago pada tahun 1880.

Pada dekade itu, sudah ada 10 garis waktu dari negara lain yaitu Greenwich, Berlin, Cadiz, Kopenhagen, Lisbon, Rio de Janeiro, Roma, Saint Petersburg, Stockholm, dan Tokyo. International Meridian Conference di Washington DC, pada 1884 lalu memutuskan Greenwich Mean Time (GMT) sebagai pemenangnya.

Lalu bagaimana sikap Prancis? Prancis memilih abstain dan ngotot memakai PMT. Barulah pada 1911, Prancis manut memakai GMT. Namun, tidak lantas mereka melupakan PMT. Walaupun kalah, PMT tetap jadi kebanggaan Prancis.

PMT tetap dikenang oleh Prancis sebagai salah satu puncak kemajuan ilmu astronomi mereka. Garis waktu ini bahkan dianggap suci karena melewati istana Raja Louis yang kini menjadi museum Louvre, Gereja Saint Sulpice, dan Observatorium Paris. Ini adalah simbol penggabungan kekuatan raja, gereja, dan ilmuwan.

Sebagai penghormatan kepada Arago, Pemerintah Kota Paris pada 1994 menyebar 135 medali perunggu bertuliskan 'ARAGO' dalam satu garis yang membelah Paris dari Utara ke Selatan. Garis ini tepat di bawah PMT.

Ketika detikcom berkunjung ke Paris pada Rabu (29/4/2009), medali ini masih bisa ditemui. Medali Arago antara lain ada di sekitar piramid kaca di Museum Louvre.

Medali ini pula yang mengilhami Dan Brown untuk membuat novel Da Vinci Code. Menurut Dan Brown, PMT adalah garis suci Paris Rose Line sebagai penanda lokasi makam Maria Magdalena yang misterius.

Lantas, bagaimanakah akhir dari Arab Saudi memperjuangkan Makkah Mean Time? Kita tunggu saja.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fay/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%