detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 11:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 12/08/2010 13:23 WIB

Warga Gang Sempit di Solo Ciptakan Alat Pemadam Kebakaran

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Warga hunian kawasan padat penduduk, ada baiknya meniru yang dilakukan warga di Kelurahan Sudiroprajan, Solo. Untuk mengantisipasi bencana kebakaran, mereka membuat alat pemadam kebakaran sendiri. Alat itu lebih mudah digunakan, terutama di gang sempit yang tidak mungkin bisa dimasuki mobil pemadam kebakaran.

Ide penciptaan alat pemadam kebakaran itu berasal dari dua warga setempat, Sri Utomo dan Widodo pada tahun 2008 lalu. Ide itu muncul ketika warga diminta LPMK kelurahan setempat agar usulan proyek untuk memanfaatkan dana block grant yang diberikan oleh Pemkot Surakarta.

"Saat itu terlintas di benak saya untuk membuat alat pemadam kebakaran sederhana. Ide itu muncul mengingat dalam beberapa kali kebakaran di daerah kami, biasanya tak tertangani oleh mobil pemadam kebakaran karena tidak bisa masuk area pemukiman yang gang masuknya sangat sempit," ujar Utomo, Kamis (12/8/2010).

Setelah disetujui, selanjutnya mereka mengajukan harga bahan baku dan biaya pembuatannya. Mereka mengajukan Rp 6 juta, sedangkan block grant yang turun hanya Rp 5 juta. Kekurangannya dibiayai oleh warga sendiri.

Alat pemadam itu sendiri sebenarnya cukup sederhana. Bagian vital dari alat itu hanyalah satu buah drum yang mampu menampung sekitar 200 liter air, dua buah pompa, serta selang sepanjang 20 meter. Tentu saja dilengkapi dengan roda agar memudahkan dibawa kesana-kemari jika ada kebakaran.

Tomo menilai alat temuannya itu jauh lebih efektif dibanding alat pemadam api ringan (APAR) yang dijual di toko. Isi tabung APAR, kata dia, hanya mampu bertahan selama 5 menit jika disemprotkan. Itupun daya semprotnya di bawah lima meter.

"Panjang selang 20 meter, daya lontar air dari mulut selang juga sejauh 20 meter. Alat ini bisa sangat membantu jika terjadi kebakaran di lokasi yang cukup tersembunyi. Maklum daerah kami rumahnya kecil-kecil dan sangat padat huniannya. Saat ini baru ada satu alat di kelurahan kami, rencananya nanti setiap RW punya satu alat pemadam," lanjut Tomo yang pernah mengenyam pendidikan teknik di ST dan STM itu.

Sejak selesai dibuat akhir 2008 lalu, alat tersebut disimpan di rumah Utomo di RT 1 RW 8, Sudiroprajan. "Kami sering melakukan simulasi menggunakan alat ini sebagai latihan. Namun demikian, meskipun kami selalu siaga tapi kami berharap alat ini tidak pernah digunakan untuk selamanya," tambahnya.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(djo/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%