Kamis, 12/08/2010 13:18 WIB

Menkum HAM Usut Kasus Pemerasan Pada Bulyan Royan di LP Bangkinang

Ramadhian Fadillah - detikNews
Bulyan
Jakarta - Terpidana kasus korupsi pengadaan kapal patroli Departemen Perhubungan, Bulyan Royan, mengaku menjadi korban pemerasan di lembaga pemasyarakatan (LP) Bangkinang, Riau. Kini, kasus tersebut diusut oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya sudah perintahkan Kakanwil saya ke Riau ke Bangkinang itu. Kemudian hari ini, Pak Irjen bersama Dirjen Permasyarakatan tadi sudah bertemu saya untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar Menkum HAM Patrialis Akbar usai membuka Rapat Kordinasi (Rakor) Aksi Nasional HAM di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/8/2010).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mantan anggota Komisi V DPR itu mengaku diperas oleh oknum LP Bangkinang sebesar Rp 100 juta. Selain itu Bulyan pun mengaku dipersulit setiap akan berobat.

Menurut Patrialis, ada tim yang dibentuk untuk menangani kasus ini. Selain pemerasan, tim ini pun akan menyelidiki soal sumbangan Bulyan untuk membangun poliklinik di LP tersebut.

"Tadinya ada keinginan keluarga Bulyan untuk membantu membangun poliklinik tapi poliklinik itu sampai sekarang tidak selesai. Kenapa tidak selesai, sementara katanya sudah keluar Rp 110 juta. Apa tidak cukup atau ada yang makan dana itu?" terang menteri asal PAN ini.

Jika benar-benar terbukti ada pemerasan dan penyimpangan, Patrialis meminta agar ada tindakan tegas. "Sanksinya nanti kita lihat," tutup pria yang mengenakan safari hitam ini.

Bulyan adalah mantan anggota Komisi V DPR yang dipidana 6 tahun penjara dalam kasus pengadaan kapal patroli di Dephub. Awalnya Bulyan ditahan di LP Cipinang, Jakarta Timur kemudian dipindahkan ke LP Bangkinang pada 29 Juni 2010 lalu.
(rdf/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    70%
    Kontra
    30%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel