Rabu, 11/08/2010 17:26 WIB

Daftar Harta Calon Pimpinan KPK, Pensiunan Polisi Paling Kaya

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Dari 7 calon yang lolos dalam seleksi pimpinan KPK, 5 nama telah melaporkan harta kekayaannya, dua tidak disertakan karena bukan penyelenggara negara. Dari sekian calon Irjen (Purn) Chaerul Rasyid merupakan calon terkaya.

Berdasarkan data pada LHKPN Rabu (11/8/2010) total harta yang dimiliki mantan Kepala Akademi Kepolisian ini sebesar Rp 1.406.983.277. Laporan tersebut merupakan laporan tahun 2002.

Sementara itu, rincian total nilai harta Chaerul, adalah total harta tak bergerak Rp 1.185.000.000 yang terdiri dari tanah 875 m2 di Jakarta Selatan tahun 1999. Sementara harta bergerak terdiri dari, mobil Galant 2001 Rp 173.390.000, logam mulia Rp 0, giro dan kas Rp 48. 593.277. Jimly Assiddhiqie, dari LHKPN tahun 2008 memiliki total harta sebesar Rp 1.395.369.000.

Adapun rincian total harta mantan Ketua MK tersebut, adalah harta bergerak Rp 884.879.000, dengan rincian tanah 2.490 m2 di Bogor tahun 1996 seharga Rp 256. 470.000, tanah dan bangunan 592 m2 dan 275 m2 di Jaksel tahun 1996 Rp 628.409.000.

Sementara total Harta bergerak senilai Rp 896.000.000. Rinciannya adalah, mobil Chrysler Micro tahun 2005 Rp 195.000.000, Honda Jazz tahun 2008 Rp 187.500.000, Accord 2005 Rp 150.000.000, Camry Rp 363.500.000.

Adapun surat berharga dengan total Rp 16.000.000, terdiri dari investasi tahun 1999 Rp 1.000.000, Investasi tahun 2000 Rp 15.000.000

Adapun giro setara kas Rp 404.835.789 dan hutang Rp 86.963.5000. Total harta kekayaan Jimly mengalami peningkatan sejak menjabat Ketua MK. Dari jumlah Rp 1.395.369.000 di tahun 2003 menjadi Rp 2.046.241.732 sesuai dengan LHKPN 2008Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%