Wapres: Transportasi Publik Jawaban Atas Kemacetan di Jakarta
Selasa, 10/08/2010 17:32 WIB
Jakarta
Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyinggung tentang kemacetan parah yang masih saja melanda Ibu Kota Jakarta. Menurutnya, transportasi publik adalah jawaban cespleng untuk menuntaskan persoalan itu.
"Saya kira jawabannya adalah public transport, transportasi publik, yang mengubah sistem per individual transport ini yang begitu mahal dari segi apa pun termasuk ruang, termasuk space, menjadi suatu sistem baru dari transportasi," ujar Boediono.
Hal itu disampaikan dia saat membuka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-15 di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/8/2010).
Lebih lanjut, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini mengatakan, tata ruang di Jakarta harus diatur dengan baik apabila kemacetan itu ingin dituntaskan. Sekarang ini, menurutnya, tata ruang di Jakarta tidak karuan.
"Orang tinggal di Bekasi kerjanya di Jakarta. Orang yang di Jakarta kerjanya di Cikarang dan sebagainya. Jadi penataan kota yang lebih efisien, lebih sistematik barangkali juga inovasi yang tingkatkan produktivitas yang hasilnya juga tingkatkan efisiensi tadi," tambahnya.
Wapres menjelaskan, apabila kemacetan itu bisa dihilangkan, maka produktivitas masyarakat akan meningkat. Kemacetan telah membuat banyak energi dan waktu terbuang sia-sia.
"Coba dipikir berapa bensin yang dipakai untuk macet? Berapa waktu yang hilang untuk macet ini? Nah ini semua ada konsekuensi ekonomisnya," tutupnya.
(irw/ndr)
"Saya kira jawabannya adalah public transport, transportasi publik, yang mengubah sistem per individual transport ini yang begitu mahal dari segi apa pun termasuk ruang, termasuk space, menjadi suatu sistem baru dari transportasi," ujar Boediono.
Hal itu disampaikan dia saat membuka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-15 di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/8/2010).
Lebih lanjut, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini mengatakan, tata ruang di Jakarta harus diatur dengan baik apabila kemacetan itu ingin dituntaskan. Sekarang ini, menurutnya, tata ruang di Jakarta tidak karuan.
"Orang tinggal di Bekasi kerjanya di Jakarta. Orang yang di Jakarta kerjanya di Cikarang dan sebagainya. Jadi penataan kota yang lebih efisien, lebih sistematik barangkali juga inovasi yang tingkatkan produktivitas yang hasilnya juga tingkatkan efisiensi tadi," tambahnya.
Wapres menjelaskan, apabila kemacetan itu bisa dihilangkan, maka produktivitas masyarakat akan meningkat. Kemacetan telah membuat banyak energi dan waktu terbuang sia-sia.
"Coba dipikir berapa bensin yang dipakai untuk macet? Berapa waktu yang hilang untuk macet ini? Nah ini semua ada konsekuensi ekonomisnya," tutupnya.
(irw/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
