detikcom

Senin, 09/08/2010 16:01 WIB

Konvoi Milad FPI

Rizieq: Terlalu Lebay Milad FPI Dibahas di Twitter foto

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Konvoi Milad ke-12 FPI menuai protes dari pengguna situs mikroblogging Twitter. Para Tweeps, istilah untuk member Twitter menilai, anggota FPI konvoi sambil membawa bambu dan tak menaati peraturan lalu lintas. Ketua Umum FPI Habib Rizieq pun membantahnya.

"Terlalu lebay kaitannya Milad FPI lalu dibahas di Twitter," kata Rizieq menjawab pertanyaan Uni Lubis dalam dialog damai di kantor FPI, Jl Pentamburan, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2010).

Uni Lubis yang dikenal aktif ber-twitter-an itu awalnya menyatakan Milad FPI sempat ramai di Twitter. Komunitas Twitter mengaku khawatir karena konvoi FPI sambil membawa bambu dan tidak sebagian tidak menggunakan helm. Sedangkan polisi yang melihat itu hanya berdiam diri dan tak ada tindakan penilangan.

"Kok polisi nggak nilang anggota FPI. Sedangkan orang biasa itu ditilang?" tanya Uni.

"Soal Milad Sabtu kemarin, saya kira itu memang hari libur dan orang banyak yang nyekar karena menjelang Ramadan," jelas Rizieq.

Menurut Rizieq, saat konvoi Sabtu 7 Agustus, FPI menggunakan rute Pentamburan, Slipi, Sudirman, Thamrin lalu ke Istana. Bahkan mengenai lalu lintas, FPI juga sudah memberikan selebaran agar pawai FPI diikuti dengan tertib menaati lalu lintas.

"Lebih dari 80 persen itu gunakan helm. Memang ada 10 persen yang tidak gunakan. Tapi itu tidak dibiarkan. Sudah diberi peringatan polisi," ungkapnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/ken)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%