detikcom
Jumat, 06/08/2010 00:29 WIB

Kontak Senjata Israel-Libanon

Mabes TNI Tegaskan Pasukan Diperintahkan Mundur Bukan Lari

Ramadhian Fadillah - detikNews
Al Manar
Jakarta - Mabes TNI menegaskan kedua personel TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL di bawah PBB telah mendapat perintah untuk mundur dari Komandan Sektor Timur UNIFIL. Keduanya telah melakukan kewajiban sebagai pasukan penjaga perdamaian dengan baik.

"Saat itu sesuai dengan prosedur, keduanya melapor pada komandan sektor timur. Lalu diperintahkan menjauh dari kontak senjata," ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aslizar Tanjung kepada detikcom, Kamis (5/8/2010) malam.

Aslizar menjelaskan sebelum mundur, 2 orang prajurit TNI itu telah melakukan upaya untuk mencegah bentrokan antara pasukan Israel dan Libanon. Namun entah siapa yang memulai, baku tembak tidak terhindarkan. Sementara para prajurit perdamaian tidak boleh terlibat baku tembak atau membela salah satu pihak.

"Itu dinamika operasi. Tindakan yang dilakukan sudah tepat. Mencegah terjadinya korban di kubu pasukan perdamaian dan kerugian material lainnya," terang jenderal bintang dua ini.

Menurut Aslizar, tidak mungkin pasukan TNI melakukan tindakan di luar aturan di luar tugasnya sebagai pasukan penjaga perdamaian. Apalagi sampai lari dari pertempuran.

"Saya tahu kemampuan mereka. Saya juga pernah bertugas di Kontingen Garuda," tegasnya.

Sebelumnya, televisi Hizbullah, Al Manar menayangkan dua prajurit TNI dari UNIFIL, meninggalkan lokasi pertempuran Israel dan Libanon dengan menumpang taksi. Tayangan ini menimbulkan kecaman dari media Libanon. Mereka dikatakan impoten karena tidak bisa mencegah pertempuran.

Pertempuran ini terjadi Selasa (3/8/2010). Saat itu militer Israel masuk ke wilayah Libanon dan menebangi pohon. Pasukan Libanon datang, keduanya segera terlibat saling ejek dan adu mulut. 2 Orang personel UNIFIL mencoba mencegah konflik terjadi, namun tiba-tiba terdengar tembakan. Pertempuran pun tidak bisa dicegah.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(rdf/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%