detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 04/08/2010 14:05 WIB

Korban Bencana Alam di Indonesia Diusulkan Diberi Asuransi

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sering dilanda bencana alam. Untuk meringankan korban bencana, United Nations Development Program (UNDP) mengusulkan diadakannya asuransi untuk para korban bencana.

"Ada diskusi cukup mendalam mengenai solusi bencana alam, kebetulan UNDP itu berpengalaman set up asuransi gempa di Turki," kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat usai mendampingi Wakil Presiden Boediono bertemu dengan Direktur UNDP Ajay Chibber di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/8/2010).

Menurut Yopie, asuransi bencana ini sudah dilaksanakan secara nasional di Turki. UNDP pun telah menawarkan kemungkinan Indonesia bisa menyelenggarakan model yang sama dengan Turki. Alasannya, Indonesia sangat rentan dengan gempa bumi.

Namun demikian, Wakil Presiden Boediono belum merespon ajakan UNDP ini. "Ini baru usulan yang tidak harus dituruti," ujar Yopie.

Yopie menjelaskan, asuransi seperti ini akan membawa dampak besar terhadap budget dan program juga sangat besar. Asuransi harus dilakukan oleh pemerintah. "Tapi perlu dipikirkan persoalan Indonesia soal apakah rakyat mampu ikut asuransi itu, sebuah pemikiran," imbuhnya.

Selain membahas masalah asuransi, Boediono dan Ajay juga mendiskusikan masalah indikator-indokator kemiskinan. Ajay menyampaikan rencana UNDP pada awal bulan Oktober akan luncurkan sebuah metode baru dalam mengukur dan survei terhadap kemiskinan.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(anw/gun)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%