detikcom
Selasa, 03/08/2010 11:33 WIB

Perempuan Rumania Berbobot 240 Kg Meninggal Setelah Melahirkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Victoria Lacatus (momento24.com)
Bucharest - Beberapa waktu lalu Victoria Lacatus menjadi bahan pemberitaan media dunia karena berhasil melahirkan bayi perempuan dengan selamat. Kelahiran bayi Lacatus ramai diberitakan sebab sang ibu menderita obesitas dengan berat tubuh mencapai 240 kilogram saat melahirkan bayinya.

Namun kini Lacatus telah meninggal dunia. Perempuan Rumania itu meninggal akibat serangan jantung. Perempuan berumur 25 tahun itu berpulang lima bulan setelah melahirkan bayinya.

Menurut kerabat Lacatus, seperti diberitakan News.com.au, Selasa (3/8/2010), perempuan itu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu, 1 Agustus waktu setempat setelah mengalami demam tinggi dan gangguan pernafasan.

Lacatus mengalami demam pekan lalu dan dirawat di rumah sakit di Kota Caracal, Rumania selatan. Karena kondisinya memburuk, dia dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di wilayah tersebut namun kemudian meninggal.

Menurut para dokter di Rumah Sakit Craiova di Rumania selatan, jantung Lacatus berhenti berdetak pada Minggu, 1 Agustus waktu setempat. Dikatakan manajer rumah sakit, Florin Petrescu, para dokter sempat mencoba melakukan resusitasi pada Lacatus selama 30 menit. Upaya itu sulit karena tubuhnya yang luar biasa gemuk. Malang, nyawa Lacatus tak bisa tertolong.

Menurut saudara perempuan Lacatus, Cristina Sosoiu pada harian lokal, Libertatea, setelah melahirkan melalui operasi caesar pada 18 Februari lalu, berat badan Lacatus bertambah sekitar 20 kilogram. Dokter pun telah menyuruh Lacatus untuk berdiet.

Bayi Lacatus saat ini dalam kondisi baik dengan berat badan sekitar 4 kilogram. Saat Lacatus melahirkan bayinya, ginekolog asal Inggris, Dr. Daghni Rasasingham menyebut peristiwa itu langka mengingat bobot ibu yang super jumbo. Dikatakan Rasasingham, Lacatus berisiko mengalami pendarahan dan infeksi pasca kelahiran, serta diabetes.

(ita/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel